Feyenoord vs Como 1907, Tim Cesc Fabregas Gagal Pertahankan Keunggulan

JurnalLugas.Com – Como 1907 harus pulang dengan tangan kosong setelah kalah 2-3 dari Feyenoord dalam pertandingan Liga Champions di Stadion De Kuip, Rotterdam, Rabu dini hari, 14 Oktober 2026. Sempat memimpin lebih dulu, tim asuhan Cesc Fabregas kehilangan kendali permainan dan gagal membendung kebangkitan tuan rumah.

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Como yang tengah berusaha keluar dari tren negatif. Hasil di Rotterdam memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi tiga pertandingan berturut-turut di semua kompetisi.

Bacaan Lainnya

Como sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma, kemudian takluk 0-2 dari Frosinone di Serie A. Kekalahan dari Feyenoord kembali memperlihatkan persoalan konsistensi yang harus segera dibenahi Fabregas.

Como sebenarnya memulai pertandingan dengan menjanjikan. Mereka mampu menguasai bola pada awal laga dan lebih dahulu memecah kebuntuan melalui Assane Diao pada menit ke-18.

Gol tersebut berawal dari umpan panjang Jacobo Ramon. Diao berhasil melepaskan diri dari pengawalan Javi Lopez, sebelum mengarahkan tembakan ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau penjaga gawang Feyenoord.

Keunggulan 1-0 itu seharusnya menjadi modal bagi Como untuk mengembangkan permainan. Namun, Feyenoord tidak membutuhkan waktu lama untuk memberikan balasan.

Dua menit setelah gol Diao, Gjivai Zechiel menyamakan kedudukan melalui tembakan terukur. Gol cepat tersebut mengubah jalannya pertandingan sekaligus membangkitkan kepercayaan diri tuan rumah.

Baca Juga  Skuad Ancelotti Real Madrid Keok dari LOSC Lille di Stadion Pierre-Mauroy pada Liga Champions

Masalah Como bertambah ketika Diao mengalami cedera. Pencetak gol pembuka itu harus meninggalkan lapangan pada menit ke-23 dan digantikan Jesus Rodriguez.

Kehilangan Diao membuat Como harus menyesuaikan susunan serangan lebih awal dari rencana. Sementara itu, Feyenoord semakin berani mengambil inisiatif dan menekan pertahanan tim tamu.

Menjelang turun minum, tuan rumah memperoleh sejumlah peluang untuk membalikkan keadaan. Namun, Robert Sanchez masih mampu menggagalkan upaya Givairo Read dan Javi Lopez sehingga skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Feyenoord Membalikkan Keadaan, Sanchez Cetak Gol Bunuh Diri

Memasuki babak kedua, Feyenoord langsung meningkatkan intensitas serangan. Tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-52 ketika Anis Hadj Moussa mencetak gol yang membawa tuan rumah unggul 2-1.

Hadj Moussa melepaskan tembakan kaki kiri yang mengarah ke sudut kanan gawang Sanchez. Gol tersebut membuat Feyenoord berbalik memimpin setelah sebelumnya tertinggal lebih dahulu.

Como berusaha merespons, tetapi kesulitan menghentikan momentum tuan rumah. Feyenoord terus mencari celah di lini pertahanan lawan dan akhirnya mendapatkan gol ketiga pada menit ke-81.

Gol itu bermula dari tembakan jarak jauh Hadj Moussa yang membentur tiang kanan. Bola kemudian mengenai tubuh Sanchez sebelum masuk ke gawang Como.

Gol bunuh diri tersebut membuat Feyenoord unggul 3-1 dan semakin dekat dengan kemenangan. Bagi Como, kejadian itu menjadi pukulan tambahan ketika mereka sedang berupaya mengejar ketertinggalan.

Baca Juga  Liverpool vs LASK di Oberösterreich Arena Liga Champions, Bradley Barcola Cetak Hat-trick

Meski demikian, Como belum menyerah. Mereka tetap mencoba memanfaatkan sisa waktu untuk memperkecil jarak dan kembali membuka peluang mendapatkan hasil positif.

Usaha tersebut membuahkan gol pada menit ke-90+3. Anastasios Douvikas melepaskan tembakan kaki kanan ke tiang dekat yang mengubah skor menjadi 2-3.

Gol pada penghujung pertandingan itu sempat memberikan harapan bagi Como. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi tim tamu untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Feyenoord akhirnya memastikan kemenangan 3-2 setelah mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Bagi Como, hasil ini bukan sekadar kehilangan poin. Kegagalan mempertahankan keunggulan dan cedera Diao menjadi dua persoalan yang mewarnai pertandingan tersebut.

Fabregas kini menghadapi pekerjaan rumah untuk mengembalikan kestabilan permainan timnya. Setelah tiga pertandingan tanpa kemenangan, Como membutuhkan respons positif agar rangkaian hasil buruk tidak berlanjut pada laga berikutnya.

Sementara itu, Feyenoord layak mendapat kredit atas respons cepat setelah kebobolan lebih dahulu. Kemampuan mereka mengambil alih permainan pada babak kedua menjadi faktor penting di balik kemenangan di De Kuip.

Baca berita olahraga lainnya di JurnalLugas.Com.
https://JurnalLugas.Com

(Kardi)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait