Trump Murka Informasi Serangan ke Iran Bocor, Sebut Pembocor Layak Ditembak

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap pihak yang membocorkan informasi operasi militer ke Iran. Ia bahkan menyebut para pembocor informasi seharusnya ditembak dan dipenjara seumur hidup.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam rapat umum di Arizona, Rabu (14/10/2026). Ia mengklaim kebocoran informasi mengenai jadwal serangan membuat rencana awal operasi militer terhadap Iran harus dibatalkan.

Bacaan Lainnya

Trump menyoroti informasi tentang pengerahan pesawat pengebom siluman B-2 yang disebutnya bertujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

“Pembocor informasi harus ditembak,” kata Trump, seraya menegaskan bahwa pihak yang membocorkan informasi militer semestinya menghadapi hukuman berat.

Menurut Trump, informasi sensitif mengenai waktu keberangkatan pesawat dari Missouri hingga perkiraan kedatangannya telah beredar di media. Ia menyebut The New York Times dan CNN sebagai media yang memuat informasi tersebut.

Trump menilai kebocoran itu berpotensi merusak unsur kejutan dalam operasi militer. Ia mengatakan Iran telah menunggu kedatangan pesawat-pesawat pengebom tersebut setelah informasi rencana serangan tersebar.

Trump Klaim Serangan Ditunda Dua Hari

Trump mengklaim operasi serangan akhirnya dilaksanakan dua hari kemudian dengan jadwal yang sama seperti rencana awal. Menurut dia, perubahan waktu tersebut membuat pihak Iran tidak memperkirakan kedatangan pesawat militer AS.

“Itulah satu-satunya saat mereka tidak memperkirakan kedatangan kami,” ujar Trump.

Ia juga menyebut para pembocor informasi sebagai “sampah masyarakat” dan menuntut tindakan yang sangat tegas terhadap mereka.

Trump menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran seharusnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Namun, pernyataannya mengenai penembakan terhadap pembocor informasi disampaikan sebagai tuntutan keras dalam pidatonya, bukan pengumuman mengenai putusan hukum tertentu.

Pernyataan tersebut menyoroti ketegangan antara pemerintah AS dan pihak yang dinilai membocorkan informasi sensitif terkait operasi militer.

Meski demikian, klaim Trump mengenai pembatalan dan perubahan jadwal serangan dalam bahan yang tersedia belum disertai keterangan independen yang mengonfirmasi kronologi tersebut.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Kapal Komersial Iran Diserang Dekat Qeshm, Satu Orang Tewas

Pos terkait