Harga BYD Atto 2 Mulai Terungkap, SUV Listrik Ini Diperkirakan Dibanderol Segini

JurnalLugas.Com – BYD Atto 2 mulai menarik perhatian calon pembeli mobil listrik di Indonesia. Kendaraan yang disiapkan untuk mengisi segmen SUV listrik kompak ini diperkirakan hadir dengan harga Rp300 jutaan, meski banderol resmi dan jadwal peluncurannya belum diumumkan oleh pabrikan.

Informasi harga tersebut menjadi gambaran awal bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan mobil listrik untuk kebutuhan harian. Jika perkiraan itu mendekati harga jual nantinya, Atto 2 berpeluang menjadi pilihan baru di tengah persaingan SUV listrik dengan harga yang relatif terjangkau.

Bacaan Lainnya

Sejumlah tenaga penjual BYD di Jakarta disebut telah membuka pemesanan awal. Salah satu tenaga penjual menyampaikan bahwa calon konsumen dapat membayar uang tanda jadi atau booking fee Rp10 juta, dengan perkiraan pengiriman unit melalui skema inden pada tahun depan.

Namun, informasi dari tenaga penjual tersebut belum bisa dianggap sebagai ketetapan harga resmi. Konsumen tetap perlu menunggu pengumuman dari PT BYD Motor Indonesia mengenai harga on the road (OTR), varian yang tersedia, serta jadwal penyerahan kendaraan.

Di balik perkiraan harganya, Atto 2 membawa teknologi yang menjadi salah satu daya tarik utama, yakni Blade Battery generasi kedua atau Blade Battery 2.0 yang dipadukan dengan sistem pengisian daya cepat Flash Charging.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menjelaskan bahwa peluncuran Atto 2 bergantung pada kesiapan perusahaan, termasuk persiapan produksi di pabrik.

Baca Juga  BYD Danza Z9 GT Meluncur di Indonesia, Mobil Listrik 1.156 PS Ini Bisa Isi Daya 5 Menit

“Mengenai Atto 2, juga akan diluncurkan dengan kesiapan dari pabrik semuanya dan termasuk dari Atto 2,” ujar Eagle di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Atto 2 tidak hanya berkaitan dengan pengenalan produk, tetapi juga kesiapan produksi sebelum mobil dipasarkan secara luas.

BYD mengklaim teknologi Flash Charging mampu mengisi daya baterai dari 10 persen menjadi 70 persen dalam waktu lima menit pada kondisi lingkungan normal. Pengisian dari 10 persen hingga 97 persen disebut dapat diselesaikan dalam sembilan menit.

Meski demikian, kemampuan pengisian tersebut perlu dilihat berdasarkan kondisi penggunaan, spesifikasi sistem pengisian, dan dukungan infrastruktur yang tersedia. Konsumen juga perlu menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai penerapan teknologi tersebut pada unit yang akan dijual di Indonesia.

Perkiraan harga Rp300 jutaan menempatkan BYD Atto 2 pada segmen pasar yang semakin kompetitif. Kendaraan ini berpotensi bersaing dengan sejumlah mobil listrik yang menawarkan desain SUV, kepraktisan penggunaan perkotaan, serta biaya operasional yang diharapkan lebih efisien.

Sebagai pembanding, Jaecoo J5 EV varian tertinggi disebut dipasarkan dengan harga Rp324 juta. Angka tersebut menjadi salah satu acuan dalam memperkirakan posisi harga Atto 2 di pasar domestik.

Meski berada dalam segmen yang berdekatan, keputusan konsumen nantinya tidak hanya ditentukan oleh harga pembelian. Jarak tempuh baterai, durasi pengisian daya, kelengkapan fitur keselamatan, garansi baterai, serta ketersediaan layanan purnajual juga akan menjadi pertimbangan penting.

Atto 2 sendiri diposisikan sebagai kendaraan listrik untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Ukurannya yang relatif kompak berpotensi menarik konsumen yang membutuhkan kendaraan praktis untuk perjalanan di perkotaan, tanpa harus memilih SUV berukuran besar.

Di China, BYD Atto 2 dipasarkan dengan pilihan jarak tempuh yang berbeda. Model tersebut dikenal di pasar domestik China dengan nama Yuan Up.

Data yang beredar menyebutkan terdapat pilihan jarak tempuh sekitar 301 kilometer dan 401 kilometer untuk model yang dipasarkan di negara tersebut. Namun, angka itu tidak dapat langsung dijadikan patokan kemampuan Atto 2 versi Indonesia karena spesifikasi akhir untuk pasar domestik belum diumumkan.

Begitu pula dengan harga di China yang dilaporkan berada pada kisaran 96.800 yuan hingga 119.800 yuan untuk dua pilihan tertentu. Perbedaan pajak, biaya distribusi, strategi pemasaran, dan konfigurasi kendaraan membuat harga di negara asal tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan harga jual di Indonesia.

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan harga maupun jarak tempuh final sebelum BYD memberikan rincian resmi.

Hingga pertengahan Oktober 2026, BYD belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi Atto 2 di Indonesia. Perusahaan masih menekankan pentingnya kesiapan sebelum kendaraan tersebut masuk ke pasar.

Kehadiran mobil ini berpotensi memperluas pilihan kendaraan listrik BYD, khususnya bagi konsumen yang mencari SUV kompak dengan teknologi baterai terbaru.

Bagi calon pembeli, langkah paling aman adalah memastikan kembali status pemesanan, ketentuan pengembalian booking fee, perkiraan waktu pengiriman, serta rincian garansi sebelum menyerahkan uang tanda jadi.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Tirta me)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait