JurnalLugas.Com – Insiden kebakaran kapal tanker minyak kembali dilaporkan terjadi di Selat Hormuz. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan sebuah kapal tanker terbakar setelah menghantam ranjau laut di bagian selatan jalur pelayaran strategis tersebut pada Minggu malam (18/10/2026), waktu setempat.
Keterangan itu diberitakan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, dengan mengutip pernyataan Angkatan Laut IRGC. Ledakan disebut menghantam ruang mesin kapal ketika tanker tersebut berupaya meninggalkan kawasan Selat Hormuz.
Hingga laporan tersebut disampaikan, identitas kapal belum diungkap. Informasi mengenai jumlah awak, kemungkinan korban jiwa, serta tingkat kerusakan kapal juga belum tersedia.
Menurut pihak IRGC, kapal tanker tersebut diduga mematikan seluruh sistem pemosisian dan navigasi sejak awal pelayaran. Kapal itu juga disebut berupaya melewati jalur selatan yang oleh otoritas Iran dianggap sebagai rute tidak resmi.
Angkatan Laut IRGC menuding kapal tersebut melanggar ketentuan pelayaran yang berlaku di kawasan itu. Namun, rincian mengenai aturan yang dimaksud maupun bukti terkait dugaan pelanggaran tersebut belum dijelaskan lebih lanjut dalam laporan yang tersedia.
Iran Keluarkan Peringatan untuk Kapal di Selat Hormuz
Di tengah insiden tersebut, IRGC memperingatkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz dan kawasan Teluk agar tidak menonaktifkan sistem navigasi maupun identifikasi.
Pasukan Iran menyatakan kapal yang beroperasi tanpa sistem tersebut berpotensi menghadapi tindakan tegas. Peringatan itu disampaikan ketika sejumlah insiden kapal tanker dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan ini dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kelancaran pengiriman minyak, meskipun dampak terhadap pasokan dan harga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan insiden tersebut.
Laporan kebakaran pada Minggu malam bukan satu-satunya insiden yang diumumkan pihak Iran.
Sehari sebelumnya, Sabtu (17/10/2026), Angkatan Laut IRGC menyatakan sebuah kapal supertanker yang membawa lebih dari 2 juta barel minyak mentah juga menghantam ranjau laut dan terbakar ketika mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebut tidak diizinkan.
Pada Jumat (16/10/2026), pasukan Iran itu turut melaporkan insiden serupa yang melibatkan kapal tanker lain. Peristiwa tersebut disebut memicu ledakan dan kebakaran.
Meski demikian, informasi mengenai rangkaian insiden itu masih bersumber dari pernyataan pihak Iran sebagaimana diberitakan media setempat.
Identitas kapal, penyebab pasti setiap kejadian, serta kemungkinan adanya keterkaitan antarkasus belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






