Beranda ยป Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK Hampir Empat Jam Handphone Saya Disita

Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK Hampir Empat Jam Handphone Saya Disita

JurnalLugas.Com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama empat jam terkait kasus dugaan suap penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 dengan tersangka Harun Masiku. Pemeriksaan ini berlangsung pada Senin, 10 Juni 2024, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Hasto menyatakan kehadirannya di KPK sebagai bentuk kepatuhan pada hukum sebagai warga negara. Ia berada di ruangan pemeriksaan selama sekitar empat jam, meskipun tatap muka dengan penyidik hanya berlangsung sekitar 1,5 jam. Pemeriksaan belum menyentuh pokok perkara, dan Hasto mengungkapkan keberatannya terhadap penyitaan tas dan ponselnya oleh penyidik.

Baca Juga  KPK Tetapkan Sembilan Tersangka Kasus Proyek Pengerukan Alur Pelayaran di Empat Pelabuhan

“Kemudian ada handphone yang disita, dan saya menyatakan keberatan atas penyitaan handphone tersebut,” ujar Hasto. Ia pun meminta agar pemeriksaan ditunda dan dijadwalkan ulang, seraya memastikan akan hadir kembali memenuhi panggilan KPK.

Hasto tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 09.40 WIB dan selesai diperiksa sekitar pukul 14.26 WIB. Kasus ini bermula dari penetapan Harun Masiku sebagai tersangka oleh KPK terkait pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara dalam penetapan calon anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia. Harun Masiku hingga kini selalu mangkir dari panggilan KPK dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Januari 2020.

Baca Juga  Hendrar Prihadi Kepala LKPP Resmi Daftar Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Lewat PDIP

Selain Harun, anggota KPU periode 2017-2022, Wahyu Setiawan, juga terlibat dan telah dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun. Wahyu saat ini menjalani bebas bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah, berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Selain hukuman penjara, Wahyu juga dikenai denda sebesar Rp200 juta, dengan subsider kurungan selama 6 bulan jika tidak dibayar, serta pencabutan hak politik untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun setelah menjalani pidana pokok.

Hasto Kristiyanto berjanji akan terus kooperatif dalam pemeriksaan selanjutnya sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai warga negara yang patuh hukum. Ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus dugaan suap yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi tersebut.