Beranda » Jaga Stabilitas Keuangan OJK Blokir 4.921 Rekening Judi Online

Jaga Stabilitas Keuangan OJK Blokir 4.921 Rekening Judi Online

JurnalLugas.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan telah memblokir 4.921 rekening yang terhubung dengan aktivitas judi online. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa pemblokiran ini bertujuan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan OJK terhadap Satuan Tugas Judi Online yang baru saja dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Satuan tugas tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto.

Mahendra menyatakan bahwa pemblokiran dilakukan berdasarkan data yang diterima dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). “Kami melakukan pemblokiran terhadap 4.921 rekening berdasarkan data yang kami terima dari Kominfo,” jelas Mahendra dalam konferensi pers RDK Bulanan Mei 2024 pada Senin (10/6/2024).

Baca Juga  OJK Periksa Influencer Ahmad Rafif Raya Terkait Dugaan Gagal Kelola Dana Investasi Rp71 miliar

Mahendra juga menambahkan bahwa aktivitas judi online sangat terkait dengan perbankan. Oleh karena itu, OJK meminta bank untuk aktif dalam melakukan identifikasi pelanggan. Bank diminta untuk melakukan tracing, profiling, dan verifikasi atas akun-akun yang dicurigai sering bertransaksi terkait judi online. Hasil identifikasi dan pemblokiran akun ini kemudian dimasukkan ke dalam sistem pencegahan pendanaan terorisme oleh OJK.

Tindakan pemblokiran ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), khususnya Pasal 36A ayat (1) huruf c, angka 33 dalam Pasal 14 dan Pasal 52 ayat (4) huruf c angka 42 dalam Pasal 15.

Baca Juga  Tidak Penuhi MKBD OJK Cabut Izin Perusahaan Ustaz Yusuf Mansur PT Paytren Aset Manajemen

Dengan langkah tegas ini, OJK berharap dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal seperti judi online terhadap stabilitas keuangan nasional.