Beranda ยป Polwan Bakar Suami Kabid Humas Polda Jatim Dirmanto Briptu FN Ditahan Di Rutan Mapolda

Polwan Bakar Suami Kabid Humas Polda Jatim Dirmanto Briptu FN Ditahan Di Rutan Mapolda

JurnalLugas.Com – Polda Jawa Timur menahan Briptu FN, seorang polisi wanita (polwan) yang diduga membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW), hingga tewas. Peristiwa tragis ini terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolda Jawa Timur pada Senin, 10 Juni 2024.

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Dirmanto, mengonfirmasi penahanan tersebut dalam sebuah konferensi pers di Surabaya. “Hasil gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) menunjukkan bahwa telah dilakukan penahanan terhadap tersangka di Rutan Polda Jatim,” jelasnya.

Baca Juga  Cari Barang Bukti Penyidik Kejari Aceh Barat Geledah Kantor BPKD dan Sita Dokumen

Mengacu pada situasi keluarga Briptu FN yang memiliki tiga anak balita, Kombes Dirmanto menambahkan bahwa tersangka ditempatkan di Pusat Pelayanan Terpadu Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk memastikan anak-anaknya tetap mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Setelah kejadian, Briptu FN berusaha keras memberikan pertolongan kepada suaminya. Akibatnya, ia mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya, termasuk kedua tangan dan tubuh bagian depan.

“Pasca-kejadian, tersangka berusaha sekuat tenaga untuk melakukan pertolongan kepada korban. Tersangka mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, termasuk tangan kanan dan kiri, serta tubuh bagian depan yang ikut terbakar,” ujar Dirmanto.

Baca Juga  Ini Motif Polwan Bakar Briptu Rian Dwi Wicaksono di Asrama Polisi Jalan Pahlawan Miji Kranggan Kota Mojokerto

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa lima saksi dan dua ahli, yaitu dari bidang psikologi forensik dan psikiatri. Kombes Dirmanto menegaskan bahwa ada hak privasi yang harus dijaga terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seperti yang diatur dalam Pasal 3. “Tidak semua mens rea dan actus reus bisa dibuka di media. Ada privasi pada kasus ini,” tegasnya.

Atas perbuatannya, Briptu FN dijerat dengan Pasal 44 Ayat 3 Subs Ayat 2 Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.