JurnalLugas.Com — Iran menilai insiden penerbangan flydubai yang berujung pendaratan darurat di Arab Saudi sengaja dibingkai untuk menciptakan ketidakamanan dan mengarahkan tuduhan kepada Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Minggu, 4 Oktober 2026. Ia menilai tuduhan terhadap Iran muncul tanpa dasar yang dapat diverifikasi.
Baghaei mengatakan, narasi mengenai dugaan keterlibatan Iran dibangun dari pernyataan yang belum teruji. Menurut dia, pola tersebut menunjukkan adanya upaya ceroboh untuk mengaitkan insiden dengan Iran atau pihak lain di kawasan.
Ia bahkan membandingkannya dengan kasus pangkalan udara Fairford yang disebutnya digunakan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
“Bahkan anak-anak pun bisa memahami betapa cerobohnya skenario itu dirancang,” kata Baghaei, merujuk pada tuduhan yang diarahkan kepada Iran.
Perkelahian di Kokpit
Insiden flydubai terjadi ketika pesawat dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv. Pesawat mengirimkan sinyal darurat sebelum mengalihkan penerbangan dan melakukan pendaratan di Tabuk, Arab Saudi.
Flydubai kemudian mengonfirmasi adanya perkelahian antara pilot selama penerbangan.
Sejumlah penumpang melaporkan adanya keributan di kokpit yang menyebabkan kopilot menyerang kapten. Dua pilot flydubai lain yang berada di antara penumpang kemudian ikut menangani situasi hingga pesawat dapat dikendalikan.
Laporan yang muncul setelah kejadian menyebut kopilot diduga menyerang kapten menggunakan senjata darurat dan berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Otoritas Israel menyebut insiden tersebut sebagai dugaan serangan teroris. Sementara itu, Kantor Kejaksaan Agung Uni Emirat Arab yang menangani penyelidikan menyatakan temuan awal juga mengarah pada dugaan aksi teror.
Penyelidikan tersebut menjadi penting karena di tengah munculnya berbagai dugaan, Iran justru menolak narasi yang mengaitkan insiden penerbangan itu dengan negaranya.
Baghaei menegaskan, tuduhan tanpa bukti yang bisa diverifikasi tidak seharusnya dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya operasi yang dirancang Iran.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






