JurnalLugas.Com – Prancis menyatakan kesiapan membantu melindungi infrastruktur energi Arab Saudi melalui langkah yang sepenuhnya bersifat defensif. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ancaman keamanan dan serangan yang menyasar wilayah kerajaan tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Kamis (8/10/2026), menegaskan solidaritas Paris terhadap Riyadh sekaligus membuka peluang keterlibatan dalam pengamanan fasilitas energi strategis.
“Kami menyampaikan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dalam menghadapi serangan-serangan ini,” kata juru bicara tersebut.
Prancis secara khusus menyebut fasilitas energi di Yanbu dan jalur pipa minyak East-West sebagai objek yang perlu mendapat perlindungan. Jalur pipa tersebut menjadi bagian penting dari infrastruktur distribusi minyak Arab Saudi.
“Kami bersedia berpartisipasi, dengan cara yang sepenuhnya defensif, dalam perlindungan infrastruktur energi,” ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa dukungan yang ditawarkan Paris diarahkan pada perlindungan infrastruktur, bukan operasi ofensif. Namun, pemerintah Prancis belum mengungkapkan secara terperinci bentuk bantuan maupun aset militer yang akan dikerahkan.
Serangan Houthi Tingkatkan Kekhawatiran
Situasi keamanan regional memburuk setelah kelompok Houthi di Yaman pada Senin memperingatkan maskapai penerbangan bahwa wilayah udara Arab Saudi berpotensi menjadi “arena operasi militer”.
Arab Saudi kemudian melaporkan tiga orang tewas akibat serangan yang menyasar sejumlah bandar udara pada Rabu, termasuk sebuah bandara di Riyadh.
Prancis mengecam serangan tersebut dan mendesak agar aksi Houthi dihentikan.
“Kami telah mengutuk dengan sangat tegas seluruh serangan Houthi ini, yang harus dihentikan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis.
Ancaman terhadap wilayah udara dan fasilitas strategis menjadi perhatian karena gangguan keamanan dapat berdampak pada aktivitas penerbangan, operasional energi, serta stabilitas kawasan.
Selain Arab Saudi, Prancis juga menyoroti pentingnya pemulihan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut memiliki peran strategis dalam perdagangan energi internasional.
Paris menilai masyarakat internasional memiliki kepentingan bersama untuk memastikan pelayaran berlangsung sesuai hukum internasional.
“Kami, masyarakat internasional, memiliki kepentingan bersama untuk menegakkan hukum internasional secara ketat demi memulihkan arus lalu lintas maritim di Selat Hormuz,” ujarnya.
Prancis juga menyatakan tetap mendukung operasi keamanan maritim Aspides yang dijalankan Uni Eropa sejak Februari 2024. Misi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan pelayaran di kawasan yang menghadapi berbagai ancaman.
Meski demikian, pemerintah Prancis belum menjelaskan aset militer yang saat ini terlibat maupun rincian penyesuaian operasi yang mungkin dilakukan.
Paris memastikan dukungan terhadap misi tersebut akan berlanjut dengan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan regional.
Kesiapan Prancis membantu Arab Saudi menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis. Namun, bentuk keterlibatan lebih lanjut masih menunggu kejelasan dari pemerintah Prancis.
Baca perkembangan berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






