JurnalLugas.Com – Harga emas dunia membuka peluang melanjutkan penguatan pada pekan ini setelah berhasil mencatat kenaikan mingguan pertama dalam beberapa pekan terakhir. Pemulihan tersebut muncul setelah logam mulia sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan.
Harga emas spot ditutup menguat 1,47 persen ke level 4.194,64 dolar AS per troy ons pada Jumat (9/10/2026). Secara mingguan, harga emas naik sekitar 1,31 persen.
Pergerakan ini menunjukkan mulai munculnya kembali minat beli setelah harga emas mengalami koreksi. Aksi beli saat harga melemah menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan, seiring kembalinya sentimen positif di kalangan pelaku pasar.
Meski demikian, peluang kenaikan belum sepenuhnya lepas dari tekanan eksternal. Pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat masih menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah harga emas dalam waktu dekat.
Pada pertengahan pekan sebelumnya, emas tertekan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury. Kondisi tersebut membuat emas kurang menarik bagi sebagian investor karena logam mulia tidak memberikan bunga atau imbal hasil berkala.
Sebaliknya, ketika tekanan dari dolar dan imbal hasil obligasi mereda, emas berpeluang memperoleh dukungan dari investor yang kembali mencari momentum pembelian.
Kenaikan pada akhir pekan menjadi sinyal pemulihan setelah harga sempat berada di bawah tekanan. Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk memastikan tren kenaikan akan berlangsung secara berkelanjutan.
Pelaku pasar akan mencermati perkembangan dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perubahan sentimen investasi untuk melihat apakah momentum positif emas dapat bertahan.
Investor, pergerakan harga dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya menjadi penting untuk menilai kekuatan pemulihan. Kenaikan mingguan memberikan dorongan positif, tetapi risiko koreksi tetap perlu diperhitungkan.
Dengan demikian, prospek emas dunia pada pekan ini masih terbuka terhadap penguatan, terutama jika aksi beli berlanjut dan tekanan dari faktor eksternal tidak kembali meningkat.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Endarto)






