JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan gagasan kontroversial terkait penamaan wilayah perairan.
Kali ini, ia mempertimbangkan kemungkinan mengganti nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika sebelum masa jabatannya berakhir.
Gagasan tersebut disampaikan Trump saat berpidato di hadapan para pendukungnya di Tennessee, Minggu (11/10/2026). Ia mengaitkan wacana itu dengan langkah pemerintahannya yang sebelumnya mempertimbangkan perubahan nama sejumlah wilayah geografis.
“Saya kemudian terpikir bagaimana dengan Samudra Atlantik atau Pasifik, bisa kita ganti namanya jadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Kita harus lakukan ini sebelum saya selesai menjabat,” kata Trump.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perubahan nama geografis masih menjadi salah satu gagasan yang disuarakan Trump. Namun, wacana penggantian nama kedua samudra itu belum berarti telah menjadi kebijakan resmi pemerintah Amerika Serikat.
Sebelumnya, Trump juga menyampaikan bahwa pemerintahannya mempertimbangkan penggunaan namanya untuk menggantikan nama Selat Hormuz.
Pada September 2026, Trump meneken instruksi untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Danau tersebut merupakan bagian dari lima Danau Besar di Amerika Utara dan berada di kawasan perbatasan Amerika Serikat dengan Kanada.
Danau Ontario membentang di antara wilayah New York di Amerika Serikat dan Provinsi Ontario di Kanada. Karena posisinya berada di kawasan perbatasan kedua negara, perubahan nama tersebut turut menyentuh persoalan penamaan geografis yang digunakan bersama.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menanggapi langkah tersebut dengan menegaskan bahwa negaranya akan tetap menggunakan nama Danau Ontario.
Sikap Kanada memperlihatkan bahwa perubahan nama yang diusulkan pemerintah Amerika Serikat tidak otomatis mengubah penggunaan nama geografis di negara tetangganya.
Hingga kini, gagasan Trump mengenai Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik masih berupa wacana yang disampaikannya dalam pidato.
Belum ada keputusan resmi yang disebutkan dalam bahan tersebut mengenai perubahan nama kedua samudra itu.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Dahlan)






