JurnalLugas.Com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menempati posisi teratas dalam daftar 10 menteri Kabinet Merah Putih dengan penilaian kinerja terbaik versi Arawicaksa Institute. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyusul di posisi kedua dengan selisih skor tipis.
Hasil survei ini menjadi gambaran penilaian publik terhadap kinerja sejumlah anggota kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Peneliti senior Arawicaksa Institute, Rudi Hartono, mengatakan sejumlah menteri mendapat perhatian karena dinilai mampu menghadirkan terobosan sekaligus menjaga citra pemerintahan.
“Sejumlah menteri mendapat sorotan melalui gebrakan dan terobosan yang turut menjaga citra pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Rudi dalam keterangan yang diterima JurnalLugas.Com, Rabu, 14 Oktober 2026.
Abdul Mu’ti meraih skor 8,1 dari skala 0–10. Salah satu faktor yang disoroti adalah program revitalisasi sekolah yang diperluas selama dua tahun terakhir.
Pada 2025, program tersebut menyasar 16.617 sekolah dengan tingkat kerusakan bangunan yang beragam. Jumlah sasaran kemudian meningkat menjadi 71.744 sekolah pada 2026, termasuk sekolah terdampak bencana dan satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain perbaikan fasilitas, peningkatan kemampuan dasar peserta didik juga menjadi perhatian. Literasi membaca disebut meningkat dari skor 359 menjadi 365, sementara literasi sains diarahkan pada standar Programme for International Student Assessment (PISA).
Di bawah Abdul Mu’ti, Amran Sulaiman memperoleh skor 8,0. Penilaian tersebut berkaitan dengan capaian sektor pertanian, terutama peningkatan produksi beras dan upaya memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Produksi beras Indonesia pada 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi pada 2026 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, dengan surplus beras yang disebut berada di angka 3,56 juta ton.
Penyerapan beras oleh Perum Bulog juga menjadi bagian dari gambaran kinerja sektor tersebut. Pembelian gabah di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Namun, capaian tersebut masih menghadapi tantangan berupa potensi kemarau panjang, ancaman El Nino, bencana alam, serta kebakaran hutan dan lahan.
Rudi mengingatkan bahwa keberlanjutan swasembada pangan tetap menghadapi tekanan dari faktor lingkungan dan kondisi cuaca. Tantangan itu menjadi ujian bagi pemerintah untuk mempertahankan produksi sekaligus menjaga pasokan pangan.
Menteri yang Masuk 10 Besar
Di luar sektor pendidikan dan pertanian, Arawicaksa Institute juga menempatkan sejumlah menteri yang dinilai menonjol dalam urusan keagamaan, komunikasi pemerintahan, infrastruktur, kesehatan, ekonomi, diplomasi, dan pertahanan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar berada di posisi ketiga dengan skor 7,8. Berikutnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperoleh nilai 7,5, disusul Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dengan skor 7,4.
Prasetyo Hadi mendapat perhatian karena perannya dalam menyampaikan sikap pemerintah kepada publik, termasuk ketika muncul kontroversi terkait sejumlah menteri.
“Prasetyo Hadi dinilai mampu mengomunikasikan kebijakan pemerintah, termasuk menegur menteri yang memicu kontroversi publik,” ujar Rudi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menempati posisi keenam dengan nilai 7,1. Menurut Rudi, Teddy turut berperan menjelaskan berbagai persoalan yang menjadi sorotan masyarakat terhadap pemerintah.
Empat nama lainnya melengkapi daftar tersebut, yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 6,8, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan nilai 6,7, Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir dengan skor 6,5, serta Menteri Pertahanan Sjaffrie Sjamsoeddin dengan nilai 6,4.
Berikut daftar lengkap 10 menteri dengan penilaian kinerja terbaik versi Arawicaksa Institute:
- Abdul Mu’ti — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah: 8,1
- Amran Sulaiman — Menteri Pertanian: 8,0
- Nasaruddin Umar — Menteri Agama: 7,8
- Prasetyo Hadi — Menteri Sekretaris Negara: 7,5
- Agus Harimurti Yudhoyono — Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan: 7,4
- Teddy Indra Wijaya — Sekretaris Kabinet: 7,1
- Budi Gunadi Sadikin — Menteri Kesehatan: 6,8
- Airlangga Hartarto — Menko Perekonomian: 6,7
- Armanatha Nasir — Menteri Luar Negeri: 6,5
- Sjaffrie Sjamsoeddin — Menteri Pertahanan: 6,4
Survei tersebut dilakukan pada 3–8 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling.
Arawicaksa Institute mencantumkan margin of error sebesar ±2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil ini menempatkan Abdul Mu’ti dan Amran Sulaiman sebagai dua menteri dengan skor tertinggi. Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil penilaian berdasarkan survei Arawicaksa Institute, bukan peringkat resmi pemerintah.
Baca berita politik, pemerintahan, dan perkembangan nasional lainnya di JurnalLugas.Com.
(Catur)






