JurnalLugas.Com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami tekanan tajam pada awal perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026.
Indeks acuan pasar saham domestik itu dibuka merosot 469,86 poin atau 8,01 persen ke level 5.393,92.
Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan kuat yang langsung membayangi perdagangan saham sejak sesi pembukaan. Penurunan IHSG dalam jumlah besar menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan melemahnya pergerakan saham secara keseluruhan.
Tekanan juga terlihat pada indeks saham unggulan. Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham pilihan turun 49,14 poin atau 8,33 persen ke posisi 540,95.
Penurunan LQ45 yang lebih dalam dibandingkan IHSG memperlihatkan bahwa kelompok saham unggulan juga menghadapi tekanan signifikan pada awal perdagangan.
Pergerakan kedua indeks tersebut menjadi gambaran kondisi pasar saham pada pembukaan Jumat pagi.
Namun, arah perdagangan selanjutnya masih perlu dicermati karena posisi pembukaan belum menggambarkan pergerakan indeks hingga penutupan pasar.
Pelaku pasar dapat memantau perkembangan IHSG dan LQ45 sepanjang sesi untuk melihat apakah tekanan berlanjut atau mulai mereda.
Baca berita lainnya
https://JurnalLugas.Com
(Hans)






