JurnalLugas.Com – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai menunjukkan tanda kebangkitan setelah sebelumnya tertekan selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Pada perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, saham GOTO menguat 7,14 persen hingga menyentuh level Rp30. Nilai transaksinya juga melonjak mencapai sekitar Rp2,7 triliun.
Pergerakan tersebut menjadi perhatian pasar setelah saham GOTO tidak lagi terikat batas harga minimum Rp50. Perubahan tersebut membuat harga saham lebih leluasa bergerak di pasar reguler, meski sempat mengalami tekanan hingga menyentuh auto rejection bawah (ARB).
Tekanan mulai mereda pada akhir pekan. Antrean jual yang sebelumnya menumpuk di level ARB tidak lagi terlihat, sementara aktivitas transaksi GOTO justru meningkat.
Sepanjang 28 September hingga 2 Oktober 2026, GOTO tercatat sebagai salah satu saham dengan volume perdagangan terbesar di Bursa Efek Indonesia. Total volume transaksi mencapai 110,96 miliar saham.
Pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, saham GOTO bergerak di kisaran Rp29-Rp30 hingga perdagangan sore.
Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi melihat kondisi tersebut mulai dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi saham GOTO. Menurutnya, investor melihat peluang dari harga saham yang sudah terkoreksi cukup dalam di tengah perbaikan kinerja perusahaan.
“Investor mulai memanfaatkan momentum untuk akumulasi karena kinerja perusahaan membaik dan sudah mencatat laba,” kata Leonardo.
Salah satu perhatian pasar adalah valuasi GOTO yang dinilai masih relatif rendah. Pada level Rp30, rasio price-to-book value (PBV) saham tersebut berada di sekitar satu kali.
GOTO juga telah mencatat laba bersih dalam dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal I 2026, laba bersih mencapai Rp171 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp252 miliar pada kuartal II.
Dengan demikian, laba bersih semester I 2026 mencapai Rp423 miliar.
Kinerja operasional turut menunjukkan perbaikan. Pendapatan bersih kuartal II mencapai Rp5,7 triliun atau tumbuh 31 persen secara tahunan. EBITDA Grup yang disesuaikan juga untuk pertama kalinya menembus Rp1 triliun.
Jumlah pengguna yang bertransaksi secara tahunan mencapai 71 juta atau naik 19 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Meski sinyal perbaikan mulai terlihat, pergerakan saham GOTO tetap akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga kinerja serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Bagi investor, lonjakan transaksi dan mulai masuknya aksi akumulasi menjadi sinyal yang menarik untuk dicermati.
Namun, potensi penguatan tidak berarti tanpa risiko karena harga saham tetap dapat bergerak mengikuti sentimen pasar dan kinerja perusahaan.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Hans)






