Danantara Mulai Borong Saham, IHSG Bangkit ke Level 5.408 pada Sesi I

Financial Decision Concept with Buy and Sell Dices Stock Market Chart and Calculator. 3D Render

JurnalLugas.Com – Danantara Indonesia mulai mengoleksi saham perusahaan tercatat di tengah tekanan yang sempat mengguncang pasar modal Indonesia.

Langkah investasi tersebut dilakukan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat menjelang penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (22/10/2026).

Bacaan Lainnya

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan pembelian saham telah dilakukan sejak Rabu dan berlanjut pada Kamis.

Keputusan investasi tersebut mempertimbangkan fundamental perusahaan serta prospek pertumbuhannya.

“Kami sudah membeli saham yang dinilai menarik dan akan melanjutkan pembelian selama valuasi serta prospeknya masih menjanjikan,” kata Pandu di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis 22 Oktober 2026.

Pandu menegaskan, Danantara tidak semata-mata mengikuti sentimen negatif yang berkembang di pasar. Lembaga investasi tersebut tetap menilai kondisi bisnis perusahaan sebelum memutuskan untuk menambah kepemilikan saham.

Menurut Pandu, masih terdapat perusahaan tercatat, termasuk sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) di sektor keuangan, yang memiliki fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan yang dinilai baik.

IHSG Berbalik Menguat Setelah Sempat Tertekan

Pergerakan IHSG pada Kamis menunjukkan perubahan arah dalam perdagangan sesi pertama. Indeks dibuka melemah di level 5.247,98, tetapi kemudian berbalik naik hingga mencapai posisi 5.408 menjelang penutupan sesi I.

Perubahan tersebut terjadi di tengah upaya pelaku pasar merespons tekanan akibat kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.

Pada pekan sebelumnya, IHSG mengalami tekanan tajam setelah MSCI mengumumkan konsultasi terkait kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia menjadi standalone market. Indeks sempat menyentuh level 4.907, menurut laporan perdagangan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut.

Situasi ini membuat pelaku pasar mencermati respons investor institusi, termasuk Danantara, terhadap saham-saham yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.

Namun, penguatan IHSG pada sesi pertama tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa tekanan pasar telah berakhir. Pergerakan indeks berikutnya masih bergantung pada dinamika transaksi, sentimen investor, dan perkembangan kebijakan pasar modal.

Danantara Pertimbangkan Risiko dan Prospek Investasi

Pandu menyampaikan bahwa Danantara berorientasi pada keuntungan dengan tetap memperhitungkan risiko investasi. Karena itu, pembelian saham akan disesuaikan dengan kondisi pasar dan penilaian terhadap peluang yang tersedia.

Ia menyebut investasi Danantara di pasar modal berpotensi bertambah apabila valuasi saham dan prospek bisnis perusahaan masih dinilai menarik.

Meski demikian, Pandu tidak merinci saham apa saja yang telah dibeli, nilai transaksi yang dilakukan, maupun besaran dana yang disiapkan untuk pembelian berikutnya.

Ketiadaan rincian tersebut membuat dampak langsung aksi koleksi Danantara terhadap pergerakan saham tertentu belum dapat dipastikan. Investor tetap perlu membedakan keputusan investasi lembaga tersebut dari arah pergerakan pasar secara keseluruhan.

Pasar modal Indonesia, langkah Danantara menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan ketika kepercayaan investor tengah menghadapi tekanan.

Akan tetapi, pemulihan yang berkelanjutan tetap membutuhkan perkembangan positif pada transparansi, tata kelola, dan fundamental emiten.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  IHSG Cetak Rekor Baru, Saham Top Gainers BEI Melonjak Hingga 119 Persen Ini Daftar

Pos terkait