JurnalLugas.Com – Harga emas dunia melemah tajam pada Kamis (22/10/2026) hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Tekanan muncul ketika kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat perkiraan bahwa suku bunga Amerika Serikat akan bertahan tinggi lebih lama.
Harga emas spot turun 2,81 persen menjadi USD4.024,51 per troy ons. Posisi tersebut merupakan level terendah sejak 3 Agustus 2026.
Penurunan ini menunjukkan bahwa emas belum tentu menguat ketika risiko inflasi meningkat. Pasar justru mengkhawatirkan kemungkinan bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi untuk menekan kenaikan harga.
Pemicu kekhawatiran tersebut datang dari pasar energi. Harga minyak naik sekitar 3 persen hingga mencapai level tertinggi dalam lima bulan setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran baru terhadap kelancaran pasokan minyak.
Arab Saudi merupakan salah satu negara eksportir energi utama dunia. Gangguan terhadap pasokan dari kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan biaya energi dan menambah tekanan inflasi.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, menjelaskan bahwa kenaikan energi membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi dan dampaknya terhadap kebijakan moneter AS.
Menurut Meger, lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan membuka kemungkinan pengetatan lebih lanjut jika tekanan inflasi berlanjut.
Kondisi tersebut menjadi beban bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga tinggi, investor memiliki alasan lebih besar untuk mempertimbangkan aset lain yang menawarkan imbal hasil.
Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, pergerakan harganya juga dipengaruhi oleh arah suku bunga, nilai dolar AS, dan keputusan investasi di pasar global.
Dengan meningkatnya ketidakpastian pasokan energi, perkembangan harga minyak dan arah kebijakan The Fed menjadi faktor penting yang akan diperhatikan investor dalam menilai pergerakan emas selanjutnya.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






