Iran Peringatkan AS soal Perang Baru, Maleki Ada Opsi Mengejutkan

JurnalLugas.Com – Iran menyatakan terus memantau aktivitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dan menyiapkan opsi operasi baru jika Washington kembali melakukan tindakan permusuhan. Pernyataan ini menyoroti potensi meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz.

Anggota parlemen Iran, Feda Hossein Maleki, mengatakan Teheran telah memperhitungkan kemungkinan menghadapi kembali konfrontasi militer dengan AS. Menurut dia, Iran tidak akan terbatas pada pola operasi yang sebelumnya digunakan.

Bacaan Lainnya

“Kami telah menyampaikan kepada pihak AS bahwa jika mereka ingin memulai perang lagi, Iran akan menggunakan opsi baru,” kata Maleki kepada RIA Novosti.

Maleki menjelaskan, opsi tersebut mencakup perubahan metode operasi, pendekatan taktis, serta penggunaan strategi baru dalam menghadapi militer AS. Namun, ia tidak memerinci bentuk operasi maupun kemampuan yang akan dikerahkan Iran.

Ia juga mengklaim taktik yang disiapkan negaranya berpotensi mengejutkan pengamat internasional dan kalangan militer, sebagaimana yang menurutnya pernah terjadi ketika Iran memperlihatkan kemampuan rudalnya.

Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihak Iran. Belum ada rincian independen mengenai bentuk strategi baru yang dimaksud ataupun bagaimana penerapannya jika konflik kembali terjadi.

Di tengah pernyataan Teheran, laporan mengenai pergerakan personel AS di Timur Tengah turut menjadi perhatian. Sejumlah sumber yang dikutip dalam laporan pada Rabu menyebut Amerika Serikat secara bertahap mengevakuasi personel militer dan diplomatiknya dari kawasan tersebut.

Langkah itu disebut memiliki kemiripan dengan tindakan yang dilakukan Washington sebelum perang terhadap Iran dimulai pada Februari.

Namun, laporan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan bahwa AS sedang mempersiapkan serangan baru.

Pentagon juga menolak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan mengenai laporan penarikan personel tersebut.

Situasi ini menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai arah hubungan kedua negara. Di satu sisi, Iran menyatakan memiliki opsi militer baru jika permusuhan kembali terjadi.

Di sisi lain, informasi mengenai pergerakan personel AS belum disertai penjelasan resmi yang memastikan tujuan langkah tersebut.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada tindakan kedua pihak dan kejelasan informasi mengenai aktivitas militer mereka di kawasan.

Untuk saat ini, ancaman penggunaan taktik baru yang disampaikan Maleki masih menjadi pernyataan politik dari pejabat Iran, bukan konfirmasi bahwa operasi militer baru telah dimulai.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Pesawat Bomber B-1 Lancer AS Mendadak Dipindahkan dari Inggris, Trump Singgung Ancaman

Pos terkait