JurnalLugas.Com — Arus modal asing kembali membanjiri pasar saham Tanah Air. Sepanjang periode perdagangan 10–14 November 2025, investor global mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp3,84 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut data statistik BEI yang dirilis Sabtu (15/11/2025), aliran dana masuk tersebut terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang sedang menjadi fokus pelaku pasar asing.
CASA Jadi Primadona dengan Net Buy Terbesar
Saham PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA) menduduki peringkat teratas dengan total net buy asing mencapai Rp2,68 triliun, sebagian besar dilakukan melalui pasar negosiasi.
Meski diborong asing, kinerja harga saham CASA justru melemah 1,82% ke level Rp1.080 dalam sepekan.
Seorang analis pasar modal, AF, menilai aksi beli di pasar negosiasi biasanya berkaitan dengan strategi institusi global yang membidik valuasi jangka panjang. “Tekanan harga jangka pendek tak selalu mencerminkan minat investor besar,” ujarnya.
EMAS dan BREN Ikut Diburu Investor Asing
Posisi kedua ditempati PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang dibeli asing sebesar Rp1,20 triliun. Namun saham EMAS juga tertekan, turun 2,93% ke Rp3.970 per akhir pekan.
Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan aksi beli bersih Rp445 miliar. Harga saham BREN terkoreksi 2,50% menjadi Rp9.750.
Menurut pengamat industri energi terbarukan, DR, minat asing pada BREN masih kuat karena prospek bisnis hijau di Indonesia dianggap sangat menjanjikan. “Koreksi harga justru membuka ruang akumulasi,” jelasnya.
Bank Mandiri dan CMRY Juga Masuk Radar Investor Global
Dari sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diborong asing sebesar Rp431,2 miliar. Sahamnya sedikit melemah 0,84% ke Rp4.750.
Berbeda dengan mayoritas saham lain, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) justru mencatatkan kinerja positif meski diguyur aksi beli asing. CMRY membukukan net buy Rp345,6 miliar dan sahamnya menguat 0,83% sepanjang pekan.
Seorang analis konsumsi, RN, menilai kenaikan ini disebabkan oleh sentimen kuat pada saham defensif. “CMRY punya fundamental solid dan pertumbuhan permintaan pangan yang stabil,” ujarnya.
Optimisme Masuknya Modal Asing
Arus dana yang terus mengalir menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih menjadi tujuan investasi utama di kawasan. Dengan valuasi yang relatif atraktif serta prospek ekonomi 2026 yang stabil, analis memperkirakan minat asing akan tetap terjaga.
Sumber berita lengkap lainnya dapat dibaca di: https://JurnalLugas.Com






