Buruh Terancam Digitalisasi? Ini Pesan Penting MPR RI Soal Empat Pilar Kebangsaan

Lestari Moerdijat
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JurnalLugas.Com — Pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan kembali ditekankan sebagai fondasi penting bagi kalangan buruh dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi dan transformasi teknologi yang berkembang pesat di Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa kondisi masyarakat saat ini sedang diuji oleh perubahan yang cepat, mulai dari melemahnya daya beli hingga pergeseran industri menuju digitalisasi dan otomatisasi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, buruh dan masyarakat luas perlu memiliki pegangan nilai yang kuat agar tidak mudah tergerus perubahan tersebut. “Kondisi global memaksa kita mengambil langkah yang tepat. Untuk itu, pemahaman nilai kebangsaan sangat diperlukan sebagai kompas dalam bertindak,” ujar Lestari, saat memberikan pemaparan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Aliansi Serikat Buruh Jepara di Jawa Tengah.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi kerangka utama yang harus dipahami tidak hanya secara konsep, tetapi juga diterapkan dalam keseharian—terutama ketika buruh menghadapi tekanan industrial dan dinamika dunia kerja.

Baca Juga  Ahmad Muzani MPR RI Telah Sampaikan Undangan Resmi Pelantikan Prabowo 20 Oktober kepada Jokowi

Buruh Perlu Mengkaji Tantangan dari Banyak Sisi

Lestari, yang juga dikenal dengan sapaan Rerie, menilai bahwa persoalan buruh tidak bisa dipandang dari satu perspektif saja. Berbagai aspek harus dilihat secara utuh agar upaya memperjuangkan hak bisa dilakukan dengan tepat.

Rerie menegaskan bahwa buruh memiliki kewajiban moral untuk memperjuangkan hak mereka, karena hal itu merupakan bagian dari cita-cita konstitusi yang menginginkan kesejahteraan bangsa. “Memperjuangkan hak memang penting, tapi harus dilakukan dengan cara yang strategis serta tidak menimbulkan dampak negatif,” terangnya.

Sinergi dan Komunikasi Jadi Kunci

Rerie menambahkan bahwa penyampaian aspirasi buruh harus dibarengi dengan komunikasi yang efektif dan kerja sama yang kuat antarorganisasi. Tanpa sinergi, perjuangan bisa terhambat oleh kesalahpahaman atau tumpang tindih kepentingan.

Ia mengingatkan bahwa buruh bukan hanya bagian dari proses produksi industri, tetapi juga komponen penting dalam struktur kebangsaan. “Tenaga kerja kita adalah kekuatan bangsa. Mereka memegang peran vital dalam menjaga stabilitas dan kemajuan negara,” jelasnya.

Baca Juga  Respons Pemerintah Maraknya PHK Immanuel Ebenezer Puluhan Lowongan Kerja Baru

Dorongan Terlibat dalam Politik

Dalam forum tersebut, Rerie juga memberikan pandangan agar buruh tidak menjauh dari dunia politik. Ia menyarankan agar buruh mulai mempertimbangkan untuk terlibat dalam sistem politik melalui partai mana pun yang sejalan dengan aspirasi mereka.

Menurutnya, keterlibatan langsung memungkinkan buruh membawa suara mereka ke ruang pengambilan keputusan. “Akan lebih efektif jika aspirasi diperjuangkan dari dalam sistem. Pilihannya bisa beragam, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan perjuangan,” tambahnya.

Lebih banyak berita dan analisis terkini dapat dibaca di: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait