JurnalLugas.Com — Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menepis spekulasi bahwa Teheran sedang mengarah ke pembuatan senjata nuklir. Dalam wawancara dengan Fox News, Kamis (24/9/2026), ia menegaskan berulang kali bahwa tudingan tersebut tidak berdasar sama sekali.
Saat didesak soal kemungkinan Iran mengembangkan hulu ledak nuklir, Pezeshkian langsung membantahnya secara tegas dan berulang, tanpa memberi ruang bagi interpretasi lain.
Bantahan ini bukan kali pertama. Pezeshkian sebelumnya juga menyampaikan hal senada di berbagai forum internasional, termasuk saat berpidato di Sidang Majelis Umum PBB dan dalam wawancara dengan sejumlah media asing lain.
Ia konsisten menyebut program nuklir Iran murni untuk kepentingan sipil, bukan militer.
“Pernyataan terbaru ini muncul di tengah situasi yang masih tegang pascaserangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni 2026,” katanya.
Serangan itu disebut sejumlah pejabat AS telah memundurkan program nuklir Iran, meski para ahli menilai pengetahuan teknis yang sudah dikuasai ilmuwan Iran tidak bisa begitu saja dihapus lewat pengeboman.
Di sisi lain, tekanan domestik di Iran juga menguat. Sejumlah anggota parlemen negara itu belakangan mendorong wacana keluar dari Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT), sesuatu yang berpotensi mengubah arah kebijakan nuklir Teheran ke depan. Namun hingga kini, sikap resmi Pezeshkian tetap pada penolakan pengembangan senjata nuklir.
Baca berita terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






