Trump Klaim 20 Juta Barel Minyak Lewat Selat Hormuz, AS Ambil Alih Pengamanan

Jurnallugas.Com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim lebih dari 20 juta barel minyak berhasil dikirim melalui Selat Hormuz selama akhir pekan.

Klaim tersebut disampaikan Trump kepada Axios pada Minggu, 27 September. Ia menyebut volume itu sebagai jumlah minyak terbesar yang melintasi Selat Hormuz dalam satu akhir pekan sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran pecah.

Bacaan Lainnya

Trump mengatakan Amerika Serikat akan mengambil peran sebagai “penjaga” Selat Hormuz. Pada saat yang sama, ia menyatakan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran akan diberlakukan kembali.

Situasi tersebut menambah tekanan terhadap jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting bagi distribusi energi dunia.

Baca Juga  Operasi Epic Fury Ratusan Fasilitas Militer AS Rusak Dihantam Iran, Puluhan Pesawat Ikut Hancur

Eskalasi konflik membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti. Gangguan itu berpotensi memengaruhi distribusi minyak mentah, produk minyak bumi hingga gas alam cair.

Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan sekitar Timur Tengah. Gangguan pada jalur tersebut turut memicu tekanan terhadap pasokan energi dan harga bahan bakar di pasar global.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting bagi pengiriman energi dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Karena itu, setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut menjadi perhatian pasar.

Trump juga kembali mengklaim Amerika Serikat telah menguasai jalur air strategis tersebut.

Sebelumnya, pada awal September, Trump bahkan mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz menggunakan namanya. Gedung Putih kemudian mengunggah peta melalui media sosial yang menyebut kawasan itu sebagai “Selat Trump”.

Baca Juga  Damai AS dan Iran Gagal, Saling Serang Balasan Meluas ke Bahrain dan Kuwait

Klaim dan langkah tersebut memperlihatkan meningkatnya keterlibatan Amerika Serikat dalam pengamanan jalur pelayaran di tengah ketegangan dengan Iran.

Bagi pasar energi, perkembangan di Selat Hormuz tetap menjadi titik penting karena perubahan arus pelayaran dapat langsung memengaruhi persepsi terhadap keamanan pasokan minyak dan gas dunia.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait