Iran Serangan Balasan Besar Jika AS Serang Pelabuhan, Pezeshkian Tegaskan Syarat Damai

JurnalLugas.Com — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa jalan menuju berakhirnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel hanya dapat dicapai jika hak-hak sah Iran diakui oleh dunia internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform media sosial X pada Rabu (11/3). Dalam pesannya, ia menyebut bahwa pengakuan terhadap hak Iran, pembayaran ganti rugi, serta jaminan internasional yang tegas untuk mencegah agresi di masa depan merupakan syarat utama bagi terciptanya perdamaian.

Bacaan Lainnya

Menurut Pezeshkian, Iran pada dasarnya tetap berkomitmen menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah. Namun, ia menilai upaya tersebut harus disertai dengan sikap adil dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.

“Perdamaian hanya bisa tercapai bila hak sah Iran diakui, kerugian yang terjadi diganti, serta ada jaminan kuat dari komunitas internasional untuk mencegah serangan di masa depan,” ujar Pezeshkian dalam pernyataannya.

Baca Juga  Masoud Pezeshkian Dilantik sebagai Presiden Iran Janji Besar dan Pidato Mengguncang Dunia

Iran Peringatkan Serangan Balasan Jika AS Menyerang

Ketegangan semakin meningkat setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Angkatan bersenjata Iran menyatakan siap melancarkan serangan balasan besar-besaran apabila Washington benar-benar melakukan serangan terhadap fasilitas pelabuhan Iran.

Juru bicara angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika ancaman tersebut direalisasikan.

Pernyataan itu muncul setelah United States Central Command atau CENTCOM melalui akun berbahasa Persia di platform X menyerukan kepada warga sipil Iran untuk menjauhi area pelabuhan yang sedang digunakan oleh angkatan laut Iran.

Shekarchi menilai pesan tersebut sebagai sinyal ancaman serius terhadap infrastruktur strategis Iran.

“Jika Amerika Serikat benar-benar melaksanakan ancamannya terhadap pelabuhan Iran, maka tidak ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau titik strategis di Teluk Persia yang berada di luar jangkauan kami,” tegas Shekarchi.

Ketegangan di Kawasan Timur Tengah Meningkat

Pernyataan keras dari kedua pihak memperlihatkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Iran menilai tekanan militer dan ekonomi yang selama ini diberikan oleh Amerika Serikat dan sekutunya telah memperburuk situasi keamanan regional.

Baca Juga  Ratusan Jet Tempur AS Kepung Eropa dan Timur Tengah, Siap Serang Iran

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai situasi tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomasi internasional.

Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tetap membuka pintu dialog selama hak-hak negara tersebut dihormati dan ada jaminan keamanan jangka panjang.

Dengan kondisi yang masih memanas, komunitas internasional kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Baca berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait