JurnalLugas.Com — Kelompok Houthi kembali melontarkan ancaman terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya pertempuran di wilayah pesisir Laut Merah, Yaman.
Houthi memperingatkan bahwa serangan dapat diperluas ke sejumlah infrastruktur penting Arab Saudi, termasuk bandara dan pelabuhan. Ancaman tersebut disampaikan ketika pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat.
Anggota Biro Politik Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, mengatakan kelompoknya memiliki kemampuan untuk menyerang fasilitas strategis Arab Saudi apabila konflik terus berlanjut.
Dalam wawancara dengan televisi Al Mayadeen, al-Bukhaiti juga mengklaim Houthi telah berhasil membendung penerobosan pasukan pemerintah ke garis pertahanan mereka dalam serangan terbaru pada Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut dia, sempat terjadi penerobosan di garis pertahanan Houthi, tetapi kondisi tersebut kemudian dapat dikendalikan.
Houthi Soroti Keterlibatan Negara Lain
Houthi juga menyoroti kemungkinan keterlibatan negara lain dalam konflik Yaman. Al-Bukhaiti mengatakan kelompoknya tidak memperkirakan Turkiye dan Pakistan akan terlibat langsung dalam operasi tempur di Yaman.
Namun, Houthi memperingatkan bahwa keterlibatan tidak langsung sekalipun dapat dianggap sebagai bagian dari konflik dan berpotensi mendapat respons.
Pernyataan tersebut muncul setelah Turkiye dan Pakistan pada Senin menyatakan kesiapan menyediakan pasukan serta kemampuan militer untuk dikerahkan ke Arab Saudi berdasarkan komitmen dalam Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah.
Meski mengeluarkan ancaman, al-Bukhaiti juga menyebut penghentian konflik sebagai kepentingan bersama bagi Arab Saudi dan Yaman.
Sementara itu, pertempuran di pesisir barat daya Yaman terus meningkat. Pasukan pemerintah yang mendapat dukungan Arab Saudi melancarkan serangan besar terhadap posisi Houthi di sekitar Selat Bab al-Mandab pada Senin.
Serangan tersebut didukung kekuatan udara Saudi dalam skala besar.
Houthi sebelumnya memperluas pengaruhnya di kawasan strategis setelah merebut Mocha dan Pulau Mayyun pada September. Kedua wilayah tersebut berada di sekitar jalur laut yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Konflik kemudian berkembang dengan meningkatnya serangan lintas batas. Houthi meluncurkan rudal balistik dan drone ke sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk fasilitas energi, bandara dan lokasi militer.
Di sisi lain, pesawat tempur Saudi meningkatkan serangan terhadap posisi Houthi di berbagai wilayah Yaman.
Konflik Yaman telah berlangsung sejak akhir 2014 setelah Houthi merebut Sanaa dan sejumlah wilayah di bagian utara.
Perkembangan tersebut kemudian mendorong intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com
(Handoko)






