Selat Hormuz Masih Ditutup, Iran Peringatkan Kapal Melintas Tanpa Koordinasi

JurnalLugas.Com – Militer Iran menegaskan kapal yang melintasi Selat Hormuz wajib berkoordinasi dengan angkatan bersenjata negara tersebut. Kebijakan ini diberlakukan di tengah terganggunya jalur pelayaran minyak internasional yang berdampak pada distribusi energi dan harga BBM.

Wakil Kepala Bidang Koordinasi Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, mengatakan militer Iran masih mengawasi kawasan strategis tersebut dan mempertahankan pembatasan lalu lintas pelayaran.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Sayyari kepada wartawan pada Kamis, di sela-sela upacara penghargaan bagi perawat kesehatan militer.

Menurut Sayyari, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bertugas di bagian barat Selat Hormuz. Sementara itu, Angkatan Darat Iran beroperasi di bagian timur hingga wilayah utara yang mengarah ke Laut Oman.

Ia mengingatkan kapal yang hendak melewati jalur tersebut harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak militer Iran.

Baca Juga  Pelabuhan Mocha Yaman Lumpuh Dihantam Rudal dan Drone Houthi, Kerugian Capai Rp286 Triliun

Sayyari juga memperingatkan bahwa kapal yang tidak melakukan koordinasi berpotensi menghadapi tindakan militer. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran masih memberlakukan pembatasan terhadap pelayaran di kawasan itu.

Selat Hormuz dan Tekanan Harga Minyak

Iran menyatakan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz berkaitan langsung dengan distribusi minyak dunia. Sayyari berpendapat, apabila jalur tersebut kembali dibuka tanpa hambatan, pengiriman minyak dapat berjalan normal sehingga tekanan terhadap harga BBM di Amerika Serikat dan negara lain bisa berkurang.

Namun, Iran menegaskan lalu lintas pelayaran belum dibuka secara bebas dan pengawasan militer tetap berlangsung.

Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman. Jalur sempit ini menjadi salah satu lintasan penting perdagangan minyak internasional karena menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Oman dan perairan yang lebih luas.

Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut dapat memengaruhi kelancaran pengiriman energi, terutama ketika kapal tanker menghadapi pembatasan atau ketidakpastian keamanan.

Situasi ini berlangsung sejak awal Maret 2026, setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Teheran kemudian menerapkan aturan navigasi yang disebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan di wilayah perairannya.

Baca Juga  Serangan AS-Israel ke Iran, Netanyahu Dilema Konflik Tak Berakhir Cepat

Perkembangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya menyangkut keamanan kawasan, tetapi juga kelancaran pasokan minyak dan pergerakan harga energi dunia.

Meski Iran menyatakan memiliki kewenangan untuk mengatur pelayaran di wilayah tersebut, pembatasan terhadap kapal yang melintas menambah ketidakpastian bagi distribusi minyak internasional.

Informasi mengenai kebijakan militer Iran dan perkembangan keamanan di Selat Hormuz akan menjadi faktor penting dalam memantau arah pasokan energi global selanjutnya.

Baca berita internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait