BRICS Kecam Serangan Israel-AS ke Iran Rusia Siap Jadi Mediator Konflik

JurnalLugas.Com – Organisasi ekonomi BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, secara terbuka mengecam keras serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi BRICS yang digelar baru-baru ini, menyusul eskalasi militer yang memicu kekhawatiran global.

Dalam pernyataan bersama, BRICS menilai serangan ke wilayah kedaulatan Iran sebagai bentuk agresi yang mengancam stabilitas Timur Tengah. Perwakilan Tiongkok dan India, dua kekuatan besar dalam kelompok ini, secara eksplisit mendesak penghentian segera tindakan militer yang dapat memicu konflik berkepanjangan.

Bacaan Lainnya

“Ketegangan ini berisiko mengguncang perdamaian regional dan global. Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri,” ujar salah satu delegasi BRICS yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari pertemuan tertutup, 06 Juli 2025.

Baca Juga  Trump Saran Serang Iran dari Jared Kushner, Teheran Punya Uranium 11 Bom Nuklir

Rusia Tawarkan Diri Jadi Mediator

Dalam forum yang sama, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Dalam pertemuan tersebut, Lavrov menegaskan kesiapan Moskow untuk memainkan peran sebagai penengah demi mencegah konflik makin melebar.

“Kami mendukung penyelesaian melalui jalur diplomasi, bukan senjata,” ujar Lavrov. Ia menambahkan bahwa pihaknya siap memfasilitasi dialog terbuka antara Iran dan pihak-pihak terkait guna meredakan ketegangan.

Langkah Rusia ini dinilai sebagai bentuk konsistensi dalam menjaga peran strategisnya di Timur Tengah, serta menjaga keseimbangan geopolitik di tengah memanasnya hubungan antara Barat dan poros Timur.

BRICS Desak Investigasi Internasional

BRICS juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi independen terhadap serangan militer terhadap Iran. Mereka menyebutkan pentingnya transparansi dan tanggung jawab internasional agar tidak terjadi pelanggaran hukum internasional yang berulang.

Baca Juga  IRGC Serangan ke-30 ke Target AS dan Israel Berhasil 100 Persen, Gunakan Rudal Hipersonik dan Drone

Konflik terbaru ini bermula dari serangkaian serangan terhadap instalasi militer dan nuklir Iran yang diduga dilancarkan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat. Iran sendiri telah mengajukan keluhan resmi ke Dewan Keamanan PBB dan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “perang terbuka”.

Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan yang sebelumnya telah diwarnai konflik di Gaza, Suriah, hingga Laut Merah.

Perkembangan konflik Iran–Israel kini menjadi perhatian dunia internasional, terutama dengan kemungkinan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan global.

Selengkapnya kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait