JurnalLugas.Com – Induk TikTok, ByteDance, dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan MediaTek untuk memasok chip kecerdasan buatan (AI) bagi pusat datanya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya ByteDance memperkuat kemampuan komputasi di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi AI.
Jika kesepakatan tersebut terealisasi, MediaTek berpeluang memperluas bisnisnya dari prosesor ponsel ke sektor chip khusus pusat data yang semakin strategis bagi industri teknologi.
Laporan Bloomberg yang dikutip pada Kamis (15/10) menyebut pembicaraan kedua perusahaan berkaitan dengan penyediaan Application Specific Integrated Circuits (ASIC), yakni chip yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu secara lebih spesifik.
Besaran pasokan yang sedang dibahas belum diungkapkan. Kesepakatan itu juga belum difinalisasi, sehingga realisasi kerja sama masih bergantung pada hasil pembicaraan kedua pihak.
Bagi ByteDance, pasokan chip tambahan dapat membantu menopang pengembangan infrastruktur AI. Perusahaan teknologi tersebut membutuhkan kapasitas komputasi yang semakin besar untuk mendukung pengembangan layanan dan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Kebutuhan itu mendorong perusahaan teknologi global berlomba mengamankan komponen penting, termasuk prosesor khusus yang digunakan untuk menjalankan beban kerja AI.
MediaTek Berpeluang Masuk Lebih Dalam ke Pasar AI
Potensi kerja sama dengan ByteDance juga penting bagi MediaTek, perusahaan asal Taiwan yang selama ini dikenal luas melalui bisnis chipset perangkat seluler.
Dengan memasok ASIC untuk pusat data, MediaTek berpeluang memperbesar sumber pendapatan di luar pasar ponsel. Jika kesepakatan tercapai, ByteDance berpotensi menjadi pelanggan besar kedua MediaTek untuk chip khusus tersebut setelah Google.
Langkah diversifikasi ini menempatkan MediaTek dalam persaingan yang lebih luas di industri semikonduktor. Pasar chip pusat data kini menjadi arena persaingan perusahaan yang ingin memenuhi kebutuhan komputasi AI, termasuk Qualcomm dan Broadcom.
MediaTek memperkirakan penjualan chip AI-nya mencapai sekitar 2 miliar dolar AS pada tahun ini. Perusahaan tersebut juga membidik sekitar 15 persen dari pasar chip AI senilai 80 miliar dolar AS pada tahun depan.
Target itu menunjukkan besarnya peluang bisnis yang ingin diraih MediaTek seiring meningkatnya investasi perusahaan teknologi pada pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan.
Pembatasan Nvidia Mendorong ByteDance Mencari Alternatif
Di sisi lain, ByteDance menghadapi tantangan dalam memperoleh chip AI paling canggih dari Nvidia akibat pembatasan ekspor Amerika Serikat ke China.
Pembatasan tersebut juga berdampak pada perusahaan teknologi China lainnya, termasuk Alibaba dan Tencent. Situasi ini mendorong perusahaan-perusahaan tersebut menjajaki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan komputasi mereka.
Kerja sama dengan perancang chip menjadi salah satu jalur yang dapat ditempuh, sepanjang produk dan transaksinya sesuai dengan ketentuan ekspor yang berlaku.
Sebelumnya, ByteDance juga dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Qualcomm untuk memperoleh jutaan chip AI. Upaya mencari beberapa pemasok dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada satu sumber teknologi.
Namun, ketersediaan chip alternatif tetap harus diimbangi kemampuan teknis, kapasitas produksi, dan kesesuaian dengan sistem pusat data yang digunakan.
Anggaran AI ByteDance Berpotensi Membesar
Besarnya kebutuhan infrastruktur tercermin dari rencana belanja ByteDance. Perusahaan tersebut dikabarkan mempertimbangkan pengeluaran hingga 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,2 kuadriliun untuk pusat data dan infrastruktur AI.
Nilai itu disebut lebih dari dua kali lipat pengeluaran pada tahun sebelumnya. Pada September, ByteDance juga dilaporkan telah mengamankan pinjaman sebesar 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp540 triliun untuk mendukung ekspansi AI.
Pengeluaran perusahaan bahkan diperkirakan berpotensi mencapai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,8 kuadriliun pada 2027.
Besarnya angka tersebut menggambarkan bahwa persaingan AI tidak hanya berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak. Penguasaan chip, kapasitas pusat data, dan kemampuan memperoleh pasokan komponen menjadi faktor penting dalam membangun layanan AI berskala besar.
Bagi ByteDance, kesepakatan dengan MediaTek berpotensi menjadi salah satu bagian dari strategi tersebut. Sementara bagi MediaTek, kerja sama ini membuka peluang memperluas bisnis ke pasar pusat data yang terus berkembang.
Meski demikian, sampai kesepakatan resmi diumumkan, nilai transaksi, volume pasokan, dan jadwal pengiriman chip masih belum dapat dipastikan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Tirta me)






