JurnalLugas.Com — Mayoritas masyarakat menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun pemerintahannya.
Hasil survei nasional Adidaya Institute mencatat tingkat kepuasan terhadap Prabowo mencapai 60,3 persen.
Data survei yang diterima JurnalLugas.Com pada Senin (19/10/2026) menunjukkan, sebanyak 36,2 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja presiden. Sementara itu, 3,5 persen lainnya tidak memberikan jawaban.
Penilaian publik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga memperlihatkan tingkat kepuasan di atas 50 persen, meski angkanya lebih rendah dibandingkan Prabowo.
Kepuasan terhadap Gibran dan Pemerintahan
Survei Adidaya Institute mencatat 51,4 persen responden puas terhadap kinerja Gibran. Sebaliknya, 44,8 persen menyatakan tidak puas, sedangkan 3,8 persen tidak menjawab.
Untuk kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan, tingkat kepuasan tercatat sebesar 52,8 persen. Adapun 30,4 persen responden menyatakan tidak puas dan 4 persen tidak memberikan jawaban.
Angka-angka tersebut menunjukkan adanya perbedaan penilaian masyarakat terhadap presiden, wakil presiden, dan kinerja pemerintahan secara keseluruhan.
Dalam survei ini, tingkat kepuasan terhadap Prabowo menjadi yang tertinggi di antara ketiga kategori tersebut.
Pertahanan dan Stabilitas Jadi Aspek Penilaian
Survei tersebut juga mengukur pandangan masyarakat terhadap sejumlah bidang yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.
Sebanyak 61,3 persen responden menilai pertahanan nasional yang berkaitan dengan TNI sudah cukup kuat. Sementara itu, 54,8 persen menilai keamanan dan ketertiban masyarakat telah terjaga.
Penilaian positif juga muncul pada kondisi politik nasional. Sebanyak 53,5 persen responden menganggap situasi politik cukup stabil.
Pada aspek kebebasan berpendapat, 54,1 persen responden menilai kondisinya sudah baik. Adapun 54 persen menilai pemerintah telah bekerja dengan baik dalam pemberantasan korupsi.
Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai sejumlah aspek yang dinilai masyarakat dalam mengevaluasi pemerintahan menjelang dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Metode Survei Adidaya Institute
Adidaya Institute melaksanakan survei secara tatap muka pada 15–21 September 2026. Penelitian ini mencakup 38 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden.
Pemilihan responden dilakukan secara acak bertingkat menggunakan metode probability sampling. Pengumpulan data mencakup 124 titik sampling yang tersebar di 122 kabupaten/kota.
Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dengan metode tersebut, hasil survei menjadi gambaran terukur mengenai penilaian responden terhadap kinerja presiden, wakil presiden, dan pemerintahan secara keseluruhan.
Namun, angka kepuasan tetap perlu dibaca sesuai cakupan pertanyaan, waktu pelaksanaan, serta metode penelitian yang digunakan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Soefriyanto news)






