JurnalLugas.Com — Harga emas dunia kembali melemah pada Kamis (22/10/2026) pagi setelah sempat mencatat kenaikan pada perdagangan malam sebelumnya.
Pergerakan ini terjadi ketika harga minyak meningkat dan dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis, sehingga menambah tekanan terhadap logam mulia.
Berdasarkan data Bloomberg yang tercantum dalam bahan sumber, harga emas di pasar spot turun 0,41 persen menjadi USD4.123,96 per ons pada Kamis pagi pukul 07.45 waktu setempat.
Sementara itu, emas berjangka Comex untuk pengiriman Desember 2026 melemah 0,26 persen menjadi USD4.139,20 per ons pada pukul 07.36 waktu setempat.
Pelemahan tersebut terjadi setelah emas sempat bergerak positif pada Rabu (21/10/2026) malam. Harga emas spot ditutup naik 0,4 persen menjadi USD4.141,28 per ons, sedangkan emas berjangka menguat 0,2 persen ke USD4.159,50 per ons.
Perubahan arah harga menunjukkan bahwa kenaikan pada sesi sebelumnya belum cukup kuat untuk mempertahankan momentum di tengah tekanan dari pasar energi dan pergerakan mata uang AS.
Aktivitas pasar juga berlangsung tanpa banyak pemicu baru dari agenda ekonomi Amerika Serikat. Selain itu, periode pembatasan komunikasi pejabat Federal Reserve (The Fed) menjelang pengumuman kebijakan moneter pekan depan membuat pelaku pasar menantikan petunjuk berikutnya mengenai arah suku bunga.
Sepanjang pekan ini, harga emas telah turun lebih dari 1 persen. Tekanan yang lebih panjang juga terlihat sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari, ketika gejolak tersebut mengganggu pasar energi dan mendorong harga minyak naik.
Secara keseluruhan, emas dilaporkan telah terkoreksi sekitar 20 persen dari nilainya pada periode tersebut.
Kenaikan harga minyak dan penguatan dolar menjadi dua faktor yang diperhatikan pasar dalam membaca arah emas.
Namun, pergerakan selanjutnya masih bergantung pada perkembangan kondisi geopolitik, data ekonomi, serta keputusan kebijakan moneter The Fed pekan depan.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Endarto)






