Iran, AS Picu 7 Kapal di Selat Hormuz Terbakar, IRGC Layangkan Ancaman

JurnalLugas.Com – Ketegangan di perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan insiden yang melibatkan tujuh kapal.

Empat kapal tanker disebut terbakar setelah terkena serangan, sedangkan tiga kapal lainnya dilaporkan mengalami insiden akibat ranjau.

Bacaan Lainnya

Angkatan Laut IRGC menyampaikan laporan tersebut dalam pernyataan pada Kamis pagi. Menurut pihak Iran, empat kapal tanker itu diketahui sedang memindahkan muatan minyak di bagian utara Teluk Persia ketika menjadi sasaran serangan.

IRGC menyatakan telah melacak pergerakan kapal-kapal tersebut. Mereka menuding armada itu menggunakan jalur tidak resmi meskipun perusahaan pelayaran sebelumnya telah menerima peringatan.

Baca Juga  Trump Kirim 15.000 Tentara ke Selat Hormuz, Misi Project Freedom atau Invasi

Dalam laporan yang sama, IRGC menyebut tiga kapal lainnya terkena ranjau dan terbakar di bagian barat Selat Hormuz pada Rabu malam (21/10). Insiden tersebut diklaim membuat kapal-kapal itu tidak dapat melanjutkan pergerakan.

Namun, informasi mengenai jumlah kapal, penyebab insiden, dan kondisi armada tersebut masih merupakan klaim yang disampaikan pihak Iran dalam pernyataannya.

Iran Tuduh AS Arahkan Kapal ke Jalur Berbahaya

IRGC turut mengarahkan tuduhan kepada Amerika Serikat. Pihak Iran menyatakan kapal-kapal tersebut diarahkan untuk melewati jalur yang mereka sebut ilegal dan telah dipasangi ranjau.

Menurut IRGC, penggunaan jalur tersebut meningkatkan risiko insiden di perairan strategis itu. Meski demikian, pernyataan tersebut belum disertai informasi independen yang memastikan tuduhan terhadap Amerika Serikat maupun rincian kejadian yang dilaporkan.

Baca Juga  Rusia Siap Jadi Mediator Konflik Iran dan Amerika Serikat

IRGC juga mengeluarkan peringatan bahwa serangan dapat diperluas ke markas-markas militer Amerika Serikat di kawasan apabila insiden serupa terus berlanjut.

Ancaman tersebut menambah perhatian terhadap situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap aktivitas kapal tanker di kawasan ini berpotensi memengaruhi kelancaran pengiriman minyak.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait