JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump, kembali menarik perhatian dunia internasional dengan pernyataan kontroversialnya terkait Iran. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat, 14 Juni 2025, Trump menyebut bahwa Iran “mungkin punya kesempatan lain” untuk mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Amerika Serikat, meskipun situasi di kawasan Timur Tengah tengah memanas menyusul serangan besar-besaran ke negara boneka AS Israel terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah lebih dari 200 jet tempur Israel menggempur target strategis Iran, menewaskan sedikitnya 86 orang dan melukai lebih dari 340 lainnya. Serangan itu diklaim sebagai respons atas ancaman program rudal balistik dan nuklir Iran. Sementara itu, Iran bersumpah akan memberikan “hukuman berat” dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat.
Trump Klaim Dihubungi Pejabat Iran
Dalam sesi wawancara terbatas, Trump mengungkap bahwa beberapa pejabat Iran telah menghubunginya secara pribadi untuk membahas kemungkinan perundingan ulang. Ketika ditanya siapa yang menghubunginya, Trump menjawab samar, “Orang-orang yang kami ajak kerja sama sebelumnya… Banyak dari mereka sekarang sudah meninggal.” Namun ia tidak merinci lebih lanjut identitas para pejabat tersebut.
“Mereka (Iran) telah melewatkan kesempatan untuk membuat kesepakatan. Sekarang, mungkin ada kesempatan lain. Kita lihat saja nanti,” ujar Trump dengan nada optimis namun penuh teka-teki.
Putaran Perundingan Keenam di Ujung Tanduk
Putaran keenam perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Minggu mendatang di Oman. Namun, eskalasi konflik terbaru antara Iran dan Israel membuat keberlanjutan dialog tersebut diragukan. Belum ada kepastian apakah kedua pihak akan tetap hadir atau membatalkan agenda yang telah lama dirancang.
Trump tampaknya menyambut baik aksi militer Israel. Ia bahkan memuji kecanggihan alat militer sekutu dekatnya itu. “Mereka memiliki peralatan terbaik di dunia, yaitu peralatan buatan Amerika,” kata Trump.
AS Tegaskan Tidak Terlibat
Meski memuji serangan tersebut, pemerintahan Trump menegaskan bahwa tindakan militer yang diambil Israel dilakukan secara sepihak dan tidak melibatkan Amerika Serikat secara langsung. Namun, Washington memperingatkan keras Teheran agar tidak menjadikan instalasi milik AS sebagai sasaran balas dendam.
Iran Siap Membalas
Di sisi lain, Iran menyatakan tidak akan tinggal diam. Pemerintah Iran mengecam keras agresi Israel dan menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional.” Pimpinan tertinggi militer Iran juga memastikan akan ada respons militer “berkelas dan tak terduga.”
Langkah Donald Trump yang kembali mencoba merayu Iran untuk kembali ke meja perundingan di tengah kobaran api konflik memunculkan tanda tanya besar: apakah ini strategi diplomatik atau sekadar manuver politik untuk menegaskan kembali pengaruhnya di panggung internasional?
Dengan situasi yang makin tidak menentu di Timur Tengah, dunia kini menanti apakah upaya rayuan Trump akan membuka babak baru diplomasi atau justru memicu gelombang konflik yang lebih luas.
Baca berita selengkapnya hanya di: JurnalLugas.Com






