JurnalLugas.Com – Puluhan bungkusan kain putih menyerupai pocong mini yang ditemukan di kawasan Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah, ternyata tidak berisi tulang manusia.
Hasil pemeriksaan forensik mengungkap bahwa tulang dan sisa jaringan di dalamnya memiliki karakteristik yang berbeda dari anatomi manusia.
Temuan ini menjawab salah satu pertanyaan utama yang sempat memicu keresahan warga. Sebelumnya, bungkusan yang menyerupai jenazah berukuran kecil itu menimbulkan berbagai dugaan, mulai dari praktik mistis hingga kemungkinan adanya korban pembunuhan bayi.
Tim Dokkes bersama dokter forensik RSUD Tidar Magelang, dr. Arso Pranindyo Utomo, memeriksa tulang belulang dan sisa jaringan yang ditemukan dalam bungkusan tersebut.
Dari pemeriksaan awal, tim menemukan ciri fisik yang mengarah pada tulang hewan berkaki empat. Arso menjelaskan bahwa bentuk rahang dan susunan tulang menjadi petunjuk penting dalam membedakannya dari struktur tubuh manusia.
“Rahangnya kecil dengan gigi tajam, sedangkan susunan tulang kakinya berbeda dari anatomi manusia,” ujar Arso kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Meski indikasi tulang manusia tidak ditemukan, jenis hewan yang menjadi asal tulang-tulang tersebut belum dipastikan berdasarkan informasi pemeriksaan yang tersedia.
Berasal dari Tanah Urukan di Canguk
Kapolres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi menyampaikan bahwa penelusuran awal mengarah pada tanah urukan yang dibuang di kawasan Canguk sebagai sumber ditemukannya bungkusan tersebut.
Menurut Dikri, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tulang manusia. Kepolisian juga berencana menguburkan tulang-tulang itu agar keberadaannya tidak kembali memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Tak ditemukan indikasi tulang manusia. Tulang tersebut berasal dari tanah urukan yang dibuang di Canguk dan akan kami kuburkan,” kata Dikri.
Keterangan tersebut memperjelas asal material yang ditemukan di lokasi, tetapi belum menjawab bagaimana tulang-tulang itu bisa terbungkus kain putih hingga menyerupai pocong mini.
Tujuan Pembungkusan Masih Menjadi Tanda Tanya
Terungkapnya hasil pemeriksaan forensik belum sepenuhnya mengakhiri misteri di balik temuan tersebut. Identitas pihak yang membungkus tulang-tulang itu, alasan pembungkusan, serta waktu pembuatannya belum diketahui secara pasti.
Sejauh ini, belum ada kepastian yang menghubungkan bungkusan tersebut dengan ritual tertentu ataupun tindakan kriminal. Karena itu, dugaan yang sempat berkembang di masyarakat perlu dibedakan dari fakta yang telah diperoleh melalui pemeriksaan.
Hasil forensik menjadi dasar penting untuk meluruskan informasi mengenai temuan di Canguk. Namun, asal material dan cara tulang-tulang itu dibungkus masih menyisakan pertanyaan yang belum terjawab.
Dengan tidak ditemukannya indikasi tulang manusia, kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya jasad manusia dalam bungkusan tersebut mereda.
Sementara itu, penjelasan lebih lanjut mengenai pihak yang membuat bungkusan dan tujuan pembungkusannya masih diperlukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com
(Bowo)






