Trump Tawarkan Flavio Bolsonaro Tinggal di AS Tanpa Batas Waktu, Ini Faktanya

JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan mantan kandidat presiden Brasil, Flavio Bolsonaro, dapat tinggal di wilayah AS selama yang bersangkutan menginginkannya. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Flavio berada di Miami setelah kalah dalam pemilihan presiden Brasil.

Trump menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan dalam acara Halloween di kediamannya, Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (31/10/2026).

Bacaan Lainnya

Meski membuka kemungkinan Flavio menetap di AS, Trump mengatakan belum memiliki agenda untuk bertemu langsung dengan putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro tersebut.

“Belum ada rencana bertemu, tetapi saya menilai dia mendapat perlakuan sangat buruk. Dia boleh tinggal di sini selama yang diinginkannya,” kata Trump.

Ketika ditanya apakah sudah berbicara dengan Flavio, Trump tidak memberikan jawaban langsung. Ia justru kembali mengomentari hasil pemilihan presiden Brasil yang dimenangi Luiz Inacio Lula da Silva.

Trump menyebut pemilihan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan menurut pandangannya.

Flavio Bolsonaro Tiba di Miami Setelah Kalah Pemilu

Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil setelah kalah dalam putaran kedua pemilihan presiden pada 25 Oktober 2026.

Berdasarkan hasil resmi pemilihan, Lula memperoleh 51,79 persen suara sah, sedangkan Flavio meraih 48,21 persen.

Kepergian Flavio ke Amerika Serikat menjadi perhatian karena sebelumnya terdapat keputusan pengadilan yang mewajibkannya menyerahkan paspor sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang dan pelanggaran keuangan.

Otoritas Brasil kini menelusuri keadaan yang melatarbelakangi keberangkatannya, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak asing dalam membantu perjalanan tersebut.

Situasi ini turut menambah ketegangan hubungan diplomatik antara Washington dan Brasilia.

Izin Tinggal Flavio Berlaku hingga Oktober 2027

Di tengah pernyataan Trump, status keimigrasian Flavio di Amerika Serikat juga menjadi perhatian.

Media Brasil melaporkan bahwa Flavio masuk ke AS melalui mekanisme discretionary parole. Skema tersebut merupakan izin tinggal sementara yang memungkinkan seseorang berada di Amerika Serikat berdasarkan pertimbangan khusus.

Mengutip laporan media yang merujuk catatan Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), izin yang dimiliki Flavio berlaku hingga Oktober 2027.

Artinya, pernyataan Trump mengenai kesempatan tinggal selama yang diinginkan tidak otomatis mengubah izin sementara tersebut menjadi status keimigrasian permanen.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintah Washington tidak terlibat langsung dalam pengaturan keberangkatan Flavio dari Brasil.

Rubio juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memfasilitasi perjalanan tersebut, meskipun Flavio sebelumnya telah memiliki visa dan memperoleh izin masuk ke AS.

Hubungan AS dan Brasil Berpotensi Memanas

Pernyataan Trump muncul ketika pemerintah Brasil meminta penjelasan mengenai keadaan yang menyebabkan Flavio meninggalkan negaranya dan berada di Amerika Serikat.

Di sisi lain, pengamat pemilu internasional menyatakan hasil pemilihan presiden Brasil berlangsung secara kredibel dan dapat dipercaya.

Perbedaan pandangan antara Trump dan hasil penilaian pengamat tersebut menjadi salah satu latar ketegangan diplomatik kedua negara.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio diketahui telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira. Keduanya juga dijadwalkan melanjutkan pembicaraan dalam pertemuan diplomatik berikutnya.

Dengan demikian, persoalan Flavio tidak hanya menyangkut izin tinggal seorang mantan kandidat presiden, tetapi juga beririsan dengan hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Brasil setelah pemilihan umum.

Baca berita lainnya di JurnalLugas.Com

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Trump Merajuk, NATO Dituding ‘Tak Setia’ Saat AS Hadapi Iran, Ini Amukanya

Pos terkait