JurnalLugas.Com – Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Juni 2024, dua dari tiga indeks utama Wall Street mengalami pelemahan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq tertekan, sedangkan Dow Jones sedikit menguat.
Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebesar 15,57 poin atau 0,04 persen, berakhir di angka 39.150,33. Sebaliknya, S&P 500 turun 8,55 poin atau 0,16 persen menjadi 5.464,62, dan Nasdaq Composite melemah 32,23 poin atau 0,18 persen menjadi 17.689,36.
Penurunan signifikan pada indeks S&P 500 dan Nasdaq terutama dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi yang merosot 0,84 persen. Salah satu penyebab utamanya adalah aksi jual saham Nvidia yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan harga.
Michael Green dari Simplify Asset Management di Philadelphia menyatakan bahwa “aktivitas perdagangan saat ini sangat terfokus pada saham Nvidia,” mengutip laporan dari Reuters pada Sabtu, 22 Juni 2024.
Di sisi lain, beberapa saham perusahaan teknologi besar seperti Microsoft (NASDAQ
), Alphabet (NASDAQ
), dan Amazon.com (NASDAQ
) mencatat kenaikan antara 0,92% hingga 1,89 persen. Namun, saham Apple (NASDAQ
) mengalami penurunan sebesar 1,04 persen.
Secara makroekonomi, aktivitas bisnis di Amerika Serikat mencapai titik tertinggi dalam 26 bulan terakhir, didorong oleh pemulihan lapangan kerja dan meredanya tekanan harga yang mengindikasikan bahwa perlambatan inflasi yang baru-baru ini terjadi mungkin akan berlanjut.
Purchasing Managers Index (PMI) sektor jasa di AS naik menjadi 55,1 pada bulan Juni, melampaui ekspektasi sebesar 53,7. PMI manufaktur juga mengalami peningkatan kecil, menjadi 51,7.
Namun, penjualan properti di bulan Mei menurun menjadi 4,11 juta unit, sedikit di atas ekspektasi yang berada di angka 4,10 juta unit.
Menjelang akhir pekan, FedWatch LSEG memperkirakan kemungkinan sebesar 58 persen bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September. Peluang terjadinya dua kali pemotongan suku bunga Fed Rate dalam setahun ini masih tetap ada.






