Iran Dukung Hizbullah, Desak Israel Hentikan Seluruh Serangan di Lebanon Tanpa Syarat

JurnalLugas.Com – Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan dukungan penuh kepada kelompok Hizbullah di Lebanon.

Dalam pernyataan terbarunya, Iran juga mendesak agar seluruh serangan Israel terhadap wilayah Lebanon dihentikan secara menyeluruh tanpa syarat.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba Khamenei melalui akun resminya di platform X pada Minggu 26 Juli 2026 sebagai respons atas surat yang dikirim Sekretaris Jenderal Hizbullah beserta jajaran anggotanya.

Sikap tersebut menegaskan bahwa Teheran tetap berada di belakang kelompok yang selama ini menjadi sekutu strategis Iran di kawasan.

Dalam pesannya, Mojtaba menyatakan bahwa Republik Islam Iran menjadikan penghormatan terhadap kedaulatan wilayah Lebanon serta penghentian agresi Israel sebagai syarat utama dalam setiap pembahasan mengenai pengakhiran konflik yang menurutnya dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat.

Ia menilai penghentian operasi militer Israel harus dilakukan secara penuh dan tanpa prasyarat agar jalan menuju perdamaian dapat terbuka.

Menurut Mojtaba, Hizbullah tetap berdiri kokoh menghadapi tekanan militer Israel. Ia menggambarkan kelompok tersebut sebagai “batu karang yang tak tergoyahkan” yang berada di garis depan dalam menghadapi serangan yang terus berlangsung.

Baca Juga  IRGC Hantam Kapal AS & Israel Sekaligus, USS Tripoli Dipaksa Mundur

Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyoroti situasi politik internasional. Ia menyebut semakin banyak masyarakat dunia yang mulai menolak tindakan yang dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap rakyat sipil di kawasan Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa perlawanan tetap menjadi pilihan selama konflik belum berakhir. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Iran belum mengubah posisi politiknya terhadap perkembangan perang di kawasan.

Dukungan terbuka dari Teheran diperkirakan akan semakin memperkuat hubungan strategis Iran dan Hizbullah, sekaligus berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Israel yang hingga kini masih melanjutkan operasi militernya di sejumlah wilayah Lebanon.

Konflik di perbatasan Israel-Lebanon telah berlangsung berbulan-bulan dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang besar.

Berdasarkan data resmi pemerintah Lebanon, sejak 2 Maret, serangan Israel dilaporkan telah menyebabkan 4.330 orang meninggal dunia dan 12.236 lainnya mengalami luka-luka.

Korban yang terus bertambah membuat komunitas internasional kembali menyerukan pentingnya penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil yang terdampak konflik.

Di tengah situasi tersebut, Lebanon dan Israel sebenarnya telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni lalu. Kesepakatan itu menjadi langkah awal untuk meredakan konflik yang telah berlangsung cukup lama.

Dalam dokumen tersebut disepakati bahwa pasukan Israel akan melakukan penarikan secara bertahap dari wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Namun, perjanjian itu tidak menetapkan tenggat waktu yang pasti mengenai kapan seluruh proses penarikan harus diselesaikan.

Baca Juga  Hubungan AS-Israel Retak, Trump Tutup Akses Israel soal Iran

Sebagai gantinya, implementasi kesepakatan dikaitkan dengan kesiapan Tentara Lebanon mengambil alih tanggung jawab keamanan di wilayah yang ditinggalkan pasukan Israel.

Selain itu, terdapat ketentuan mengenai pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah, sebagai bagian dari mekanisme menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan.

Hingga kini, proses tersebut belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Israel masih mempertahankan keberadaan militernya di sejumlah wilayah selatan Lebanon.

Sebagian wilayah tersebut telah diduduki selama puluhan tahun, sementara area lainnya dikuasai setelah konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 hingga November 2024.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa peluang terciptanya gencatan senjata permanen masih menghadapi tantangan besar.

Pernyataan keras dari Iran yang kembali menegaskan dukungan kepada Hizbullah diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika diplomasi dan keamanan di Timur Tengah dalam waktu dekat.

Ikuti perkembangan berita internasional, politik global, dan informasi terpercaya lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://JurnalLugas.Com

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait