Penurunan Harga Nikel di London Metal Exchange Support Kritis Simak Analisisnya

JurnalLugas.Com – Harga nikel berjangka di London Metal Exchange (LME) mengalami penurunan sebesar 1,46 persen, mencapai level USD16.891 per ton pada perdagangan Rabu, 10 Juli 2024. Ini menandai penurunan di bawah level support kritis USD17.000 per ton. Sehari sebelumnya, pada 9 Juli 2024, harga nikel juga tercatat turun 1,89 persen menjadi USD17.142 per ton.

Penurunan ini membawa harga nikel kembali di bawah USD17.000 per ton, level yang terakhir kali terlihat pada akhir Maret 2024. Sebelumnya, harga nikel sempat menikmati tren bullish dengan mencapai puncaknya dalam sembilan bulan terakhir di level USD21.615 per ton pada Mei lalu. Dalam sepekan terakhir, harga nikel sudah terkoreksi sebesar 2,74 persen, dan secara bulanan, penurunannya mencapai 5,44 persen.

Bacaan Lainnya

Faktor-Faktor Penurunan Harga Nikel
Bulan lalu, BMI, unit riset dari Fitch Solutions, mempertahankan proyeksi harga nikel untuk 2024 di angka USD18.000 per ton. Perkiraan ini didasarkan pada kelebihan pasokan yang terus menekan harga nikel sejak 2022. Tahun lalu, harga nikel rata-rata turun sebesar 15,3 persen menjadi USD21.688 per ton dari USD25.618 per ton pada 2022. Penurunan ini disebabkan oleh pasar yang terlalu jenuh dan permintaan yang lesu.

Baca Juga  Prancis Umumkan Kaledonia Baru Rusuh hingga Larang TikTok Harga Nikel kembali Ugal-ugalan di Pasar London Metal Exchange (LME) Nikel Naik 6,44%

Pengaruh Pasokan dan Sentimen Pasar
Fitch Solutions memperkirakan dinamika serupa akan terus membatasi pertumbuhan harga nikel pada tahun ini, dengan produksi dari China dan Indonesia yang membanjiri pasar. Meskipun sempat ada kenaikan harga di awal tahun, mencapai puncaknya di USD21.615 per ton pada 20 Mei, sentimen investor yang memburuk telah menekan harga nikel.

Harga nikel tahun ini mencerminkan peningkatan sebesar 4,3 persen, namun secara bulanan mengalami kontraksi signifikan sebesar 15,5 persen karena berkurangnya optimisme pasar. Pembalikan sentimen pasar yang dramatis sejak awal Juni berpotensi semakin menekan harga nikel memasuki kuartal ketiga 2024.

Proyeksi dan Risiko Ke Depan
Meskipun terdapat tekanan pada harga saat ini, Fitch Solutions melihat adanya risiko positif, termasuk potensi gangguan pasokan dan melemahnya dolar AS pada akhir tahun ini. Faktor-faktor ini diharapkan dapat mencegah penurunan harga nikel yang lebih signifikan.

Baca Juga  PT United Tractors Tbk Dirikan Entitas Baru Nikel Senilai Rp10 Miliar, Resmi Bentuk PT Nusantara Industri Nikel Lestari

Pasar nikel juga dipengaruhi oleh sinyal terbaru dari bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terkait rencana pemangkasan suku bunga. Pasar merespons pidato ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengindikasikan bahwa ekonomi AS berada pada jalur pemulihan. Powell menyatakan bahwa inflasi telah mengalami kemajuan pesat sejak puncaknya dua tahun lalu, namun pejabat bank sentral masih ingin melihat lebih banyak kemajuan sebelum memutuskan untuk memangkas suku bunga, sambil tetap memperhatikan kondisi pasar kerja.

Dalam kesaksian di hadapan kongres pada 9 Juli, Powell menyatakan, “Kami memperkirakan tidak tepat untuk mengurangi kisaran target suku bunga dana federal sampai kami mendapatkan keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2 persen.”

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait