JurnalLugas.Com – Gerakan Palestina, Hamas, pada Jumat 30 Agustus 2024, mengutuk keras serangan militer yang dilakukan oleh Zionis Israel di Tepi Barat, menyebutnya sebagai bagian dari strategi yang lebih besar untuk menguasai tanah Palestina setelah pengusiran paksa penduduk asli. Serangan ini, yang kini terfokus di kota Jenin, dianggap sebagai kelanjutan dari tindakan kejahatan perang yang telah dilakukan Israel di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Hamas menyatakan bahwa operasi militer ini merupakan bagian dari rencana Israel untuk merebut lebih banyak wilayah di Tepi Barat dan mengusir penduduknya. Menurut Hamas, serangan militer terbaru yang terjadi di Tulkarem dan Tubas tidak berhasil, dan hasil serupa diprediksi akan terjadi di Jenin.
Sejak Rabu pagi, pasukan Israel telah melancarkan serangan besar-besaran di kota-kota Tulkarem, Jenin, dan Tubas di bagian utara Tepi Barat, yang merupakan serangan terbesar sejak tahun 2002. Hingga Jumat siang, setidaknya 19 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan ini.
Pada Kamis malam, tentara Israel dilaporkan telah menarik diri dari Tulkarem setelah serangan besar-besaran selama sehari penuh. Sebelumnya, mereka juga telah meninggalkan Kamp Al Fara di Tubas setelah melakukan operasi militer serupa.
Ketegangan terus memuncak di seluruh Tepi Barat yang diduduki di tengah serangan brutal Israel di Jalur Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 40.600 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, tewas sejak 7 Oktober tahun lalu. Data Palestina juga menunjukkan bahwa setidaknya 673 warga Palestina telah tewas, hampir 5.400 lainnya terluka, dan lebih dari 10.300 ditangkap di wilayah yang diduduki.
Dalam perkembangan terbaru, Mahkamah Internasional pada 19 Juli lalu menyatakan bahwa pendudukan tanah Palestina oleh Israel melanggar hukum internasional, dan menuntut evakuasi semua pemukiman di Tepi Barat serta Yerusalem Timur.






