JurnalLugas.com — Harga emas dunia kembali merangkak naik pada Selasa (9/12/2025) di tengah meningkatnya optimisme pasar menjelang pengumuman kebijakan suku bunga terbaru dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Tren serupa juga terjadi pada perak yang justru melonjak lebih tajam dan mencetak rekor sepanjang sejarah.
Emas spot tercatat naik 0,41% ke level USD4.207,91 per troy ons. Sementara itu, perak spot melesat 4,3% ke USD60,74 per troy ons, menjadi capaian tertingginya sejak logam industri tersebut diperdagangkan secara global.
Menurut analis pasar dari City Index dan FOREX, F. Razaqzada, penguatan perak tidak lepas dari ekspektasi industri yang terus meningkat.
“Permintaan sektor industri untuk perak diperkirakan masih sangat kuat dalam beberapa tahun ke depan. Momentum beli yang muncul sekarang ini pun masih sangat solid,” ujarnya.
Didorong Permintaan Energi Hijau dan AI
Laporan terbaru dari The Silver Institute yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa permintaan perak berasal dari sektor teknologi yang berkembang pesat. Industri energi surya, kendaraan listrik beserta infrastrukturnya, hingga pengolahan data dan kecerdasan buatan diproyeksikan menjadi pendorong utama konsumsi hingga 2030.
Selain permintaan, faktor pasokan yang ketat dan penurunan stok global juga menjadi katalis kenaikan harga. Perak bahkan telah masuk dalam daftar mineral kritis oleh pemerintah AS, memperkuat sentimen positif investor.
Manajer portofolio senior di Sprott Asset Management, M. Smirnova, menyampaikan bahwa defisit pasokan masih menjadi isu utama.
“Logam seperti perak memang fluktuatif, tetapi selama kekurangan pasokan belum teratasi, arah harganya cenderung satu: naik,” katanya.
Pasar Menanti Keputusan The Fed
The Fed tengah memasuki hari terakhir rapat kebijakan selama dua hari, dengan keputusan yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang hampir 87,4% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ahli strategi pasar dari RJO Futures, B. Haberkorn, mengatakan ekspektasi tersebut menjadi salah satu pemicu utama penguatan pasar logam mulia.
“Kenaikan emas kali ini didorong lonjakan harga perak dan harapan kuat terhadap pemangkasan suku bunga,” tuturnya.
Di sisi lain, laporan terbaru JOLTS dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan adanya kenaikan lowongan pekerjaan menjadi 7,67 juta per Oktober, jauh di atas proyeksi 7,15 juta. Namun, data ketenagakerjaan tersebut tidak memberi dampak signifikan terhadap pergerakan emas.
Haberkorn juga menilai prospek jangka menengah masih menggembirakan.
“Perak berpotensi bergerak di atas USD70 per troy ons pada paruh pertama 2026, sementara emas berada di jalur menuju USD5.000 per troy ons,” jelasnya.
Logam Mulia Lain Ikut Menguat
Selain emas dan perak, dua logam mulia lain ikut mencatat penguatan.
- Platinum naik 2,8% ke USD1.688,39 per troy ons
- Palladium menguat 2,6% ke USD1.503,74 per troy ons
Sentimen pasar yang positif serta menurunnya tekanan suku bunga global membuat sektor logam mulia diperkirakan tetap stabil hingga akhir tahun.
Sumber berita lainnya dapat dibaca di:
https://JurnalLugas.com






