JurnalLugas.Com – Dukungan masyarakat Amerika Serikat terhadap kampanye militer negaranya ke Iran dilaporkan terus menurun.
Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya sekitar sepertiga warga AS yang masih mendukung langkah militer tersebut, menandakan perubahan sikap publik setelah konflik berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Survei yang dilakukan Reuters/Ipsos dan dirilis pada Senin (27/7/2026) memperlihatkan bahwa hanya satu dari tiga responden yang menyatakan mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Angka itu menjadi tingkat dukungan terendah sejak fase awal konflik berlangsung.
Temuan tersebut mencerminkan meningkatnya keraguan masyarakat terhadap kebijakan luar negeri Washington di tengah ketidakpastian perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Tidak hanya soal dukungan terhadap operasi militer, survei yang sama juga menunjukkan mayoritas responden menilai pemerintah belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai tujuan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Sebanyak 69 persen responden menyatakan Presiden Donald Trump dinilai gagal menjelaskan secara jelas sasaran maupun kepentingan Amerika Serikat dalam operasi militer yang berlangsung.
Pengamat politik internasional menilai persepsi publik terhadap sebuah operasi militer sangat dipengaruhi oleh kejelasan tujuan, strategi pemerintah, serta dampak yang dirasakan masyarakat.
“Ketika publik merasa tujuan operasi tidak dipahami secara jelas, tingkat dukungan biasanya akan menurun,” ujar seorang analis hubungan internasional.
Survei Reuters/Ipsos tersebut dilakukan pada 23 hingga 25 Juli 2026 dengan melibatkan 1.246 responden dewasa di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Hasil survei memiliki margin of error sekitar 3 persen, sehingga memberikan gambaran mengenai tren opini publik terhadap kebijakan pemerintah.
Perubahan sikap masyarakat ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan menjelang berbagai agenda politik di Amerika Serikat.
Dukungan publik terhadap kebijakan luar negeri kerap menjadi indikator penting dalam menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.
Di sisi lain, perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan, harga energi global, hingga kondisi pasar keuangan internasional.
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa selain dinamika di medan konflik, komunikasi pemerintah kepada publik juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap setiap kebijakan strategis yang diambil.
Ikuti berita internasional, geopolitik, dan perkembangan ekonomi global terbaru hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com
(Dahlan)






