JurnalLugas.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengukuhkan pengambilalihan Kennedy Center, pusat seni terkenal di Washington, menjadi “Trump-Kennedy Center” pada Kamis (18/12/2025). Gedung Putih menyatakan dewan pusat budaya nasional tersebut telah menyetujui pergantian nama yang kontroversial ini.
Trump sebelumnya menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua dewan awal tahun ini, dalam upaya mengubah arah lembaga yang dianggapnya terlalu progresif. Langkah ini menambah daftar kebijakan dan proyek ambisius Trump, termasuk rencana pembangunan ruang dansa senilai USD400 juta di Sayap Timur Gedung Putih.
“Terkejut dan merasa terhormat,” ujar Trump kepada wartawan usai pengumuman, meski ia sebelumnya sering membahas perubahan nama pusat tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menekankan bahwa keputusan ini diambil oleh dewan “dengan suara bulat” sebagai pengakuan atas kontribusi Trump dalam menyelamatkan gedung. “Selamat kepada Presiden Trump, dan juga kepada Presiden Kennedy, karena ini akan menjadi tim yang hebat untuk masa depan,” tambahnya.
Kennedy Center, yang dibuka pada 1971 di tepi Sungai Potomac, dibangun untuk menghormati mendiang Presiden John F. Kennedy yang dibunuh pada 1963. Nama lengkapnya tercantum dalam undang-undang federal, dan perubahan nama seharusnya memerlukan persetujuan Kongres.
Keputusan Trump memicu kritik keras dari keluarga Kennedy. Keponakan JFK, Maria Shriver, menyebut tindakan itu “sangat gila” melalui akun X, sementara mantan anggota Kongres Joe Kennedy III menegaskan pusat seni itu adalah “monumen hidup” yang tak seharusnya diubah namanya.
Selain itu, beberapa anggota dewan menolak klaim bahwa pemungutan suara dilakukan secara bulat. Joyce Beatty dari Ohio menyatakan ia “dibisukan” saat panggilan pengambilan keputusan berlangsung.
Langkah ini bukanlah kali pertama Trump menunjukkan ketertarikan pada nama dan institusi publik. Sebelumnya, ia telah menamai visa “emas” dan rekening bank bayi baru lahir dengan namanya, serta ikut serta dalam perubahan nama lembaga perdamaian nasional.
Kennedy Center sendiri selama masa jabatan pertama Trump menjadi sumber ketegangan, karena presiden enggan hadir dalam gala tahunan Kennedy Center Honors akibat penentangan seniman terhadap kebijakannya. Namun pada masa jabatan kedua, Trump bergerak cepat: menyingkirkan anggota dewan yang kritis, mengisi posisi dengan sekutu, dan mulai memberi penghargaan sendiri kepada sejumlah tokoh hiburan seperti Sylvester Stallone, Gloria Gaynor, dan band KISS.
Perubahan logo situs resmi menjadi “Trump-Kennedy Center” menandai era baru yang menuai pro dan kontra luas di Amerika.
Sumber lebih lanjut bisa diakses di JurnalLugas.Com.






