Emas Dunia Meledak, Sentuh Level Tertinggi 3 Pekan Usai Gencatan Senjata AS–Iran

JurnalLugas.Com — Pergerakan harga emas global kembali mencuri perhatian pasar keuangan internasional. Pada perdagangan Rabu (8/4/2026), logam mulia ini sempat mendekati level tertinggi dalam hampir tiga pekan, seiring kombinasi faktor geopolitik dan ekonomi yang berubah cepat.

Kenaikan ini terjadi setelah adanya sinyal meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang selama beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama volatilitas pasar energi dan keuangan global.

Bacaan Lainnya

Harga emas spot tercatat menguat sekitar 0,30 persen ke level USD4.718,96 per troy ons. Bahkan dalam sesi intraday, harga sempat melonjak lebih dari 3 persen sebuah lonjakan yang menandai perubahan sentimen investor dalam waktu singkat.

Gencatan Senjata Jadi Angin Segar

Kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Washington dan Teheran menjadi katalis utama penguatan emas. Langkah ini dipandang sebagai titik awal meredanya ketegangan yang sebelumnya mendorong lonjakan harga minyak dan kekhawatiran inflasi global.

Analis pasar komoditas, Edward Meir, menilai kondisi tersebut memberikan efek psikologis yang signifikan bagi investor.

“Meredanya konflik memberi ruang bagi pasar untuk bernapas. Tekanan inflasi bisa berkurang dan peluang penurunan suku bunga kembali terbuka,” ujarnya singkat.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa situasi masih belum sepenuhnya stabil.

“Kesepakatan ini masih rapuh. Risiko tetap tinggi dan arah pasar bisa berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.

Dolar Melemah, Emas Makin Menarik

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS turut memperkuat daya tarik emas. Ketika nilai dolar turun terhadap mata uang utama lainnya, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor global.

Kondisi ini secara historis sering menjadi pendorong kenaikan permintaan emas, terutama dari pasar luar Amerika Serikat.

Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan hingga di bawah USD100 per barel setelah kabar gencatan senjata. Penurunan ini ikut meredakan kekhawatiran lonjakan inflasi yang sebelumnya membayangi pasar.

Tekanan Suku Bunga Masih Membayangi

Meski menguat dalam jangka pendek, harga emas sebenarnya masih berada dalam tekanan sejak konflik memanas pada akhir Februari lalu. Dalam periode tersebut, harga sempat terkoreksi hingga sekitar 10 persen.

Salah satu penyebab utama adalah ekspektasi suku bunga tinggi dari bank sentral AS. Berdasarkan risalah rapat The Fed pertengahan Maret, sejumlah pembuat kebijakan masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menahan inflasi yang belum turun ke target 2 persen.

Kebijakan suku bunga tinggi cenderung menjadi hambatan bagi emas, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi berbunga.

Data Inflasi Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi penting Amerika Serikat, termasuk indeks PCE dan CPI, yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Data ini akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya—dan secara langsung memengaruhi pergerakan emas.

Jika inflasi menunjukkan penurunan, peluang pelonggaran kebijakan moneter akan terbuka, yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi.

Logam Mulia Lain Ikut Melonjak

Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mencatatkan kenaikan signifikan. Perak melonjak lebih dari 3 persen, sementara platinum dan paladium bahkan mencatat kenaikan lebih tajam.

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya reda.

Optimisme yang Masih Rapuh

Penguatan harga emas saat ini mencerminkan optimisme pasar terhadap meredanya konflik global. Namun, fondasi kenaikan tersebut masih tergolong rapuh, mengingat banyak faktor yang belum sepenuhnya stabil mulai dari geopolitik hingga kebijakan moneter.

Investor pun disarankan tetap waspada, karena arah pasar masih sangat bergantung pada perkembangan situasi global dalam waktu dekat.

Baca berita ekonomi dan investasi lainnya di https://JurnalLugas.Com

(ED)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Kemarin Harga Emas Ugal-ugalan Hari ini Harga Emas Loyo Berikut Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Pos terkait