JurnalLugas.Com – Di tengah gejolak pasar energi global yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik internasional, SPBU Shell di Indonesia hingga saat ini belum melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini berbeda dengan sejumlah operator lain yang sudah lebih dulu melakukan kenaikan harga.
Namun di sisi lain, Shell disebut masih menghadapi tantangan pada ketersediaan stok BBM di beberapa wilayah, yang berdampak pada terbatasnya pasokan di sejumlah SPBU.
Harga BBM Shell Masih Mengacu Periode Maret 2026
Hingga saat ini, harga BBM di SPBU Shell masih menggunakan acuan sejak 1 Maret 2026, dengan rincian sebagai berikut:
- Shell Super: Rp12.390 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
Belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga terbaru, meskipun tekanan harga minyak dunia terus mengalami fluktuasi akibat dinamika geopolitik global.
Kelangkaan Stok Jadi Sorotan
Selain belum melakukan penyesuaian harga, sejumlah SPBU Shell dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan BBM. Kondisi ini membuat distribusi bahan bakar di beberapa titik tidak berjalan optimal, sehingga konsumen harus mencari alternatif SPBU lain.
Kelangkaan ini menjadi perhatian karena terjadi di saat permintaan energi cenderung stabil, namun rantai pasok global masih dalam tekanan.
Tekanan Pasar Energi Global
Pengamat menilai situasi yang dialami Shell tidak terlepas dari ketidakpastian pasar minyak dunia. Fluktuasi harga minyak mentah serta gangguan distribusi internasional disebut menjadi faktor utama yang memengaruhi ketersediaan dan stabilitas harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Meski demikian, hingga kini Shell belum memberikan sinyal resmi terkait rencana penyesuaian harga dalam waktu dekat.
Kondisi harga yang masih stabil namun diiringi keterbatasan stok membuat situasi BBM di SPBU Shell menjadi sorotan, terutama di tengah dinamika pasar energi global yang masih bergejolak.
Baca juga informasi ekonomi dan energi lainnya di:
https://JurnalLugas.Com
(ED)






