JurnalLugas.Com – PT Kimia Farma (Persero) Tbk memasuki babak baru dalam penguatan tata kelola perusahaan setelah pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah penunjukan Bonanza Perwira Taihitu sebagai anggota Dewan Komisaris.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengawasan, mempercepat transformasi bisnis, dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika industri kesehatan yang terus berkembang.
Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, mengatakan perubahan susunan pengurus merupakan upaya untuk memastikan perusahaan memiliki fondasi tata kelola yang semakin kuat dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Menurutnya, pemegang saham memberikan dorongan agar manajemen terus memperkuat fundamental usaha melalui berbagai kebijakan yang berorientasi pada efisiensi, peningkatan kinerja, dan keberlanjutan perusahaan.
“Keputusan yang diambil dalam RUPST menjadi bagian dari agenda strategis untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas operasional, dan mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sosok Bonanza Perwira Taihitu
Masuknya Bonanza Perwira Taihitu ke jajaran komisaris menarik perhatian karena rekam jejaknya yang cukup panjang di sektor kebijakan kesehatan dan diplomasi internasional.
Saat ini Bonanza menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Politik dan Globalisasi Kesehatan di Kementerian Kesehatan. Sebelumnya, ia pernah memimpin Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan serta memiliki pengalaman di Kementerian Luar Negeri dalam bidang kerja sama kesehatan, hak asasi manusia, dan kemanusiaan.
Latar belakang akademiknya juga dinilai relevan dengan tugas pengawasan strategis perusahaan. Bonanza merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga dan meraih gelar magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.
Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat perspektif kebijakan kesehatan nasional dalam mendukung transformasi Kimia Farma sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar milik negara.
Fokus pada Transformasi dan Kinerja
Selain menyetujui penambahan komisaris baru, pemegang saham juga menyetujui pemberhentian secara hormat Jasmine Karsono dari posisi Direktur Portofolio, Produk dan Layanan.
Manajemen menilai perubahan organisasi tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi perusahaan terhadap kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Djagad menegaskan pihaknya berkomitmen melanjutkan agenda transformasi yang selama beberapa tahun terakhir dijalankan untuk memperbaiki struktur keuangan, memperkuat operasional, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya yang telah berkontribusi dalam perjalanan perusahaan.
“Kami optimistis sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat akan membawa perusahaan menuju kinerja yang lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.
Laba Bersih Melonjak Hampir 200 Persen
Optimisme tersebut tidak lepas dari capaian kinerja yang mulai menunjukkan tren positif. Pada kuartal pertama 2026, Kimia Farma berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp123,6 miliar.
Angka tersebut tumbuh sekitar 197,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi sinyal kuat bahwa proses transformasi perusahaan mulai menghasilkan dampak nyata.
Kinerja positif itu sekaligus mengakhiri tren kerugian yang sempat membayangi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Manajemen menilai pencapaian tersebut bukan sekadar peningkatan angka keuangan, melainkan bukti bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan mulai memberikan hasil yang terukur.
Dengan dukungan susunan pengurus baru, penguatan prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta perbaikan kinerja yang terus berlanjut, Kimia Farma menargetkan dapat memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri kesehatan nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan masyarakat luas.
Sumber informasi dan berita lainnya dapat diakses melalui https://JurnalLugas.Com
(Hans)






