JurnalLugas.Com — Langkah strategis diambil PT Phapros Tbk (PEHA) dalam memperkuat arah bisnis ke depan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026, perseroan resmi merombak jajaran dewan komisaris dan direksi sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi perusahaan.
Agenda RUPSLB yang digelar di Jakarta pada akhir April itu menjadi titik penting dalam perjalanan anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk tersebut. Sejumlah nama lama dilepas dengan hormat, sekaligus membuka jalan bagi kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa Phapros ke fase pertumbuhan berikutnya.
Corporate Secretary Phapros, Zahmilia Akbar, menegaskan keputusan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh atas kebutuhan organisasi di tengah dinamika industri farmasi yang kian kompetitif.
“Perubahan ini adalah bagian dari penyegaran strategis. Kami ingin memastikan transformasi bisnis berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Pergantian Kunci di Level Komisaris dan Direksi
Dalam keputusan tersebut, RUPSLB menyetujui pemberhentian sejumlah pejabat lama, termasuk Komisaris Utama sebelumnya serta jajaran direksi yang telah mengawal perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagai gantinya, pemegang saham menunjuk figur-figur baru untuk mengisi posisi strategis. Nama Intan Abdams Katoppo dipercaya sebagai Direktur Utama, memimpin arah baru perusahaan. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola korporasi, baik di sektor swasta maupun BUMN.
Selain itu, posisi Komisaris Utama kini diisi oleh Alfi Novtriansyah Rustam, dengan dukungan komisaris independen serta jajaran direksi yang diperbarui, termasuk penguatan di lini keuangan, manajemen risiko, dan sumber daya manusia.
Susunan Lengkap Manajemen Baru Phapros
Dewan Komisaris:
- Komisaris Utama: Alfi Novtriansyah Rustam
- Komisaris Independen: Nurjayanto Kusumawardhono
- Komisaris Independen: Bimo Wijayanto
- Komisaris: Masrizal Achmad Syarief
Dewan Direksi:
- Direktur Utama: Intan Abdams Katoppo
- Direktur Produksi: Ida Rahmi Kurniasih
- Direktur Pemasaran: Maraja Jeson Siregar
- Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM: Ferdinand Troedu
Momentum Lanjutan Kinerja Positif
Manajemen menilai pergantian ini tidak lepas dari capaian perusahaan yang mulai menunjukkan tren perbaikan, terutama dari sisi kinerja keuangan sepanjang 2025. Hal tersebut menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih agresif di tahun-tahun berikutnya.
Zahmilia menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi jajaran sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga stabilitas perusahaan di tengah berbagai tekanan industri.
“Ke depan, kami ingin melanjutkan fondasi yang sudah dibangun. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas produk, layanan kesehatan, serta menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Fokus Transformasi dan Kepercayaan Publik
Dengan struktur baru ini, Phapros menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi di sektor kesehatan nasional. Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan tuntutan industri farmasi yang terus berkembang.
Transformasi tidak hanya menyasar aspek bisnis, tetapi juga tata kelola perusahaan yang lebih profesional dan adaptif. Kepercayaan publik dan stakeholder disebut sebagai aset utama yang harus dijaga di tengah persaingan pasar.
Perombakan manajemen ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Phapros tengah bersiap memasuki babak baru dengan strategi yang lebih agresif, kepemimpinan yang segar, dan ambisi memperkuat posisi di industri farmasi Indonesia.
Baca selengkapnya di: https://jurnallugas.com
(ED)






