Harga Beras Nasional Masih Bertahan di Atas Rp17 Ribu per Kg

JurnalLugas.Com – Harga beras nasional masih menjadi perhatian masyarakat di tengah dinamika harga berbagai kebutuhan pokok pada pertengahan Juni 2026. Berdasarkan pemantauan terbaru di tingkat pedagang eceran, beras kualitas premium masih bertahan di atas Rp17 ribu per kilogram, sementara sejumlah komoditas lain seperti cabai, bawang, dan daging juga bergerak pada level yang relatif tinggi.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan beras kualitas super I diperdagangkan pada kisaran Rp17.550 per kilogram. Sementara beras kualitas super II berada di level Rp17.000 per kilogram.

Bacaan Lainnya

Untuk kategori beras medium, harga tercatat Rp16.250 per kilogram pada kualitas medium I dan Rp16.050 per kilogram untuk medium II. Adapun beras kualitas bawah I berada di angka Rp14.650 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II mencapai Rp14.500 per kilogram.

Pengamat pangan menilai stabilitas harga beras menjadi faktor penting karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Harga Cabai Bawang Putih Beras Melonjak Bawang Merah Telur Daging Turun

“Pergerakan harga beras memiliki dampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pasokan dan distribusi harus tetap terjaga agar tidak memicu kenaikan yang lebih tinggi,” kata seorang analis pangan.

Di luar beras, kelompok cabai masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di pasar eceran. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp74.550 per kilogram, jauh di atas harga cabai merah besar yang berada di kisaran Rp61.300 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting dijual sekitar Rp56.150 per kilogram dan cabai rawit hijau mencapai Rp53.900 per kilogram. Tingginya harga cabai menunjukkan komoditas hortikultura masih rentan terhadap perubahan cuaca dan gangguan distribusi.

Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah dipasarkan dengan harga rata-rata Rp55.450 per kilogram. Sedangkan bawang putih berada pada kisaran Rp42.300 per kilogram.

Untuk sumber protein hewani, telur ayam ras dijual Rp30.100 per kilogram. Harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan daging ayam ras segar yang mencapai Rp37.200 per kilogram.

Adapun daging sapi kualitas I tercatat Rp148.600 per kilogram dan kualitas II berada di level Rp139.650 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas pangan dengan harga tertinggi di pasar ritel nasional.

Baca Juga  SPHP 2026 Resmi Dimulai Maret! Bapanas Siapkan 828 Ribu Ton Beras, Harga Maksimal Segini

Di sektor kebutuhan rumah tangga lainnya, gula pasir premium dipasarkan pada harga Rp20.250 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di angka Rp19.150 per kilogram.

Sedangkan minyak goreng curah tercatat Rp20.600 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga berkisar antara Rp23.200 hingga Rp24.200 per liter.

Perkembangan harga berbagai komoditas pangan tersebut menjadi indikator penting bagi kondisi konsumsi rumah tangga nasional. Stabilitas pasokan dari daerah produksi dan kelancaran distribusi diyakini akan menjadi faktor utama dalam menjaga harga pangan tetap terkendali dalam beberapa waktu ke depan.

Ikuti perkembangan ekonomi, bisnis, dan harga kebutuhan pokok terbaru hanya di JurnalLugas.Com.

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait