Ferry Juliantono Koperasi Tak Boleh Berhenti Jadi Tempat Pinjam Uang

JurnalLugas.Com – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengingatkan koperasi agar tidak terjebak hanya menjadi lembaga yang menyediakan pinjaman bagi masyarakat.

Menurutnya, koperasi harus mampu memperkuat usaha anggota hingga meningkatkan produktivitas dan membuka akses pasar.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Ferry saat mengunjungi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu.

Ferry menilai keberadaan koperasi akan lebih berarti jika pembiayaan yang diberikan diikuti dengan pembinaan usaha. Anggota, khususnya pelaku usaha dan petani, harus didorong agar mampu menghasilkan produk yang lebih bernilai dan memiliki posisi tawar lebih kuat.

“Jangan berhenti pada pemberian pinjaman. Anggota harus semakin produktif dan sejahtera,” ujar Ferry.

KSP Balo’ta menjadi salah satu contoh koperasi yang dinilai mulai menjalankan peran tersebut. Selain kegiatan simpan pinjam, koperasi melakukan pembinaan anggota, termasuk petani, serta mengembangkan perkebunan percontohan kopi.

Menurut Ferry, pola seperti ini perlu diperluas karena koperasi memiliki posisi penting dalam membangun kekuatan ekonomi masyarakat. Pembiayaan seharusnya menjadi pintu masuk untuk mengembangkan usaha, bukan tujuan akhir koperasi.

Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga menyebut perkembangan koperasinya terus meningkat. Hingga Juli 2026, aset KSP Balo’ta tercatat sekitar Rp1,9 triliun dengan jumlah anggota mencapai sekitar 15 ribu orang.

Koperasi tersebut juga memperoleh dukungan pembiayaan modal kerja dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi secara bertahap selama sekitar satu dekade.

Di Toraja Utara, pemerintah daerah juga melaporkan terdapat sekitar 49 koperasi aktif. Sementara pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus berjalan.

Dari target 151 KDKMP, sebanyak 19 unit dilaporkan telah rampung. Empat unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 60 hingga 90 persen.

Tantangan berikutnya bukan hanya menyelesaikan pembangunan koperasi, tetapi memastikan lembaga tersebut benar-benar memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Koperasi diharapkan mampu menjadi tempat anggota memperkuat usaha, meningkatkan produksi, sekaligus memperluas pasar.

Dengan demikian, koperasi tidak sekadar menjadi tempat masyarakat mencari pinjaman, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi bersama yang memberikan nilai tambah bagi anggotanya.

Baca berita dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Fokus Kopdes Dana Bergulir LPDB Tembus Rp1,15 Triliun

Pos terkait