JurnalLugas.Com — Harga emas kembali memiliki ruang untuk menguat pada perdagangan pekan ini. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga logam mulia berpeluang bergerak menuju Rp2,82 juta per gram jika sejumlah faktor pendukung kembali menguat.
Proyeksi tersebut mengacu pada pergerakan harga logam mulia yang sebelumnya ditutup di level Rp2,764 juta per gram. Dari sisi teknikal, level Rp2,784 juta menjadi resistance awal yang perlu dilewati sebelum harga berpotensi bergerak menuju Rp2,82 juta per gram.
Ibrahim menyebut arah harga emas tidak hanya ditentukan oleh kondisi pasar domestik. Perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral Amerika Serikat, dinamika politik AS menjelang pemilu sela, serta pergerakan nilai tukar rupiah menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.
“Jika menguat, resistance berikutnya berada di Rp2,82 juta per gram,” kata Ibrahim, Senin 21 September 2026.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina juga dinilai dapat menjaga permintaan emas. Dalam kondisi ketidakpastian global meningkat, emas kerap menjadi salah satu aset yang dicari investor untuk mengantisipasi risiko pasar.
Di sisi lain, arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve masih menjadi perhatian. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dapat memicu pergerakan di pasar keuangan global dan ikut memengaruhi harga emas.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah rupiah. Ibrahim memperkirakan tekanan terhadap mata uang domestik dapat kembali meningkat. Jika rupiah bergerak melewati Rp18.000 per dolar AS, harga emas di dalam negeri berpotensi ikut terdorong.
Namun, kenaikan bukan satu-satunya skenario. Secara teknikal, harga emas juga memiliki area support yang perlu diperhatikan apabila terjadi koreksi. Support pertama berada di sekitar Rp2,744 juta per gram, sedangkan level berikutnya berada di Rp2,62 juta.
Artinya, pergerakan harga emas pekan ini masih sangat bergantung pada kombinasi sentimen global dan kondisi nilai tukar. Level Rp2,784 juta menjadi titik penting apabila penguatan berlanjut, sementara tekanan jual dapat membawa harga kembali menguji area support.
Perkembangan harga emas dan informasi ekonomi lainnya dapat diikuti melalui JurnalLugas.Com.
(Endarto)






