Harga Emas Tertekan, Sinyal The Fed dan Dolar AS Jadi Beban

JurnalLugas.Com – Harga emas kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, harga emas turun lebih dari 1 persen hingga menyentuh level terendah dalam hampir sepekan.

Bacaan Lainnya

Harga emas spot merosot 1,63 persen menjadi USD4.287,41 per troy ons. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terendah sejak 17 September 2026.

Tekanan terhadap emas muncul setelah sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal yang dinilai hawkish. Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan sebelum akhir tahun.

Kondisi itu kemudian mendorong dolar Amerika Serikat (AS) menguat hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan.

Baca Juga  Simak Harga Emas Pegadaian UBS dan Galeri24 Hari Ini

Dolar Menguat, Emas Tertekan

Emas tidak memberikan imbal hasil seperti aset berbasis bunga. Karena itu, prospek suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas bagi investor.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan penguatan dolar menjadi salah satu faktor utama yang menekan emas.

Menurut Grant, pernyataan pejabat The Fed setelah rapat FOMC membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga setidaknya sekali lagi sebelum pergantian tahun.

“Penguatan dolar dan sikap hawkish The Fed menjadi tekanan bagi emas,” ujar Grant.

Kenaikan nilai dolar juga berdampak langsung terhadap emas di pasar internasional. Karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, penguatan greenback membuat logam mulia tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Pergerakan harga emas kali ini menunjukkan bagaimana arah kebijakan moneter AS dan nilai tukar dolar masih menjadi faktor penting dalam menentukan sentimen pasar emas.

Tekanan tersebut membuat harga emas turun ke level terendah sejak pertengahan September. Investor kini mencermati perkembangan pernyataan pejabat The Fed berikutnya untuk melihat seberapa kuat peluang perubahan kebijakan suku bunga hingga akhir tahun.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait