Berapa Kadar Gula Darah yang Harus Diwaspadai? Kenali Batas Normal, Prediabetes, dan Diabetes

JurnalLugas.Com — Kadar gula darah tidak selalu menunjukkan angka yang sama sepanjang hari. Setelah makan, misalnya, glukosa dalam darah memang dapat meningkat. Namun, angka yang terlalu tinggi dan terjadi berulang kali perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi tanda gangguan pengaturan gula darah.

Pertanyaannya, berapa kadar gula darah yang harus diwaspadai?

Bacaan Lainnya

Jawabannya bergantung pada jenis pemeriksaan. Gula darah puasa, gula darah dua jam setelah tes toleransi glukosa, gula darah sewaktu, hingga HbA1c memiliki batas penilaian yang berbeda.

Karena itu, satu angka hasil pemeriksaan tidak sebaiknya langsung digunakan untuk menyimpulkan seseorang terkena diabetes tanpa melihat jenis pemeriksaannya.

Gula darah puasa mulai perlu diwaspadai

Pemeriksaan gula darah puasa dilakukan setelah seseorang tidak mengonsumsi makanan atau minuman berkalori selama sedikitnya 8 jam.

Menurut kriteria yang digunakan dalam diagnosis diabetes, kadar gula darah puasa di bawah 100 mg/dL termasuk rentang normal. Sementara itu, angka 100–125 mg/dL masuk kategori prediabetes.

Jika hasil pemeriksaan mencapai 126 mg/dL atau lebih, angka tersebut sudah masuk kriteria diabetes dan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta penilaian tenaga kesehatan.

Artinya, gula darah puasa 110 mg/dL bukan lagi angka yang sebaiknya diabaikan. Nilai tersebut belum berarti diabetes, tetapi sudah menjadi tanda bahwa pengaturan glukosa tubuh perlu diperhatikan.

Bagaimana dengan gula darah setelah makan?

Kadar gula darah secara alami meningkat setelah seseorang makan. Karena itu, pemeriksaan setelah makan tidak dapat disamakan begitu saja dengan pemeriksaan gula darah puasa.

Pada pemeriksaan toleransi glukosa oral, kadar gula darah diukur dua jam setelah seseorang mengonsumsi larutan yang mengandung 75 gram glukosa.

Hasil di bawah 140 mg/dL termasuk normal. Angka 140–199 mg/dL berada dalam kategori prediabetes, sedangkan 200 mg/dL atau lebih memenuhi kriteria diabetes pada pemeriksaan tersebut.

Baca Juga  Hubungan Diabetes dengan Risiko Gagal Ginjal, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Untuk pemantauan gula darah pada orang yang sudah menderita diabetes, target dapat berbeda sesuai kondisi dan rencana terapi masing-masing.

American Diabetes Association mencantumkan target umum gula darah setelah makan sekitar 1–2 jam setelah awal makan adalah kurang dari 180 mg/dL bagi banyak orang dewasa dengan diabetes, tetapi target individual tetap perlu ditentukan bersama tenaga kesehatan.

Gula darah sewaktu 200 mg/dL perlu perhatian serius

Gula darah sewaktu dapat diperiksa kapan saja tanpa harus berpuasa.

Nilai 200 mg/dL atau lebih dapat menjadi kriteria diabetes apabila disertai gejala klasik diabetes. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain sering buang air kecil, mudah haus, mudah lapar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, penglihatan kabur, serta luka yang sulit sembuh.

Namun, hasil pengukuran menggunakan alat pemeriksaan mandiri di rumah tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk mendiagnosis diabetes. Hasil yang tinggi perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan medis yang sesuai.

HbA1c juga bisa menunjukkan masalah gula darah

Selain mengukur kadar glukosa pada satu waktu tertentu, dokter dapat menggunakan pemeriksaan HbA1c untuk melihat gambaran rata-rata kadar gula darah dalam beberapa bulan terakhir.

Secara umum, HbA1c di bawah 5,7 persen termasuk normal. Nilai 5,7–6,4 persen masuk kategori prediabetes, sedangkan 6,5 persen atau lebih merupakan kriteria diabetes.

Pemeriksaan ini penting karena seseorang bisa saja merasa sehat meskipun kadar gula darahnya mulai mengalami gangguan. Diabetes juga dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada sebagian orang.

Jangan hanya menunggu muncul gejala

Salah satu persoalan dalam mengenali diabetes adalah penyakit ini tidak selalu memberikan tanda sejak awal.

Karena itu, hasil pemeriksaan gula darah yang berulang kali berada di atas normal sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa. Prediabetes merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Baca Juga  Gejala Gula Darah Tinggi Wajib Diwaspadai, Jangan Abaikan Tanda Awal Ini

Kementerian Kesehatan juga memasukkan kadar gula darah puasa 100–125 mg/dL dan gula darah dua jam setelah tes toleransi glukosa sebesar 140–199 mg/dL sebagai rentang prediabetes.

Seperti prinsip yang ditekankan dalam pemantauan diabetes, angka gula darah bukan untuk membuat seseorang panik, melainkan menjadi informasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Kapan harus memeriksakan diri?

Jika hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka yang terus berada di atas normal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Terlebih jika hasilnya mencapai atau melewati batas yang digunakan sebagai kriteria diabetes.

Pemeriksaan dapat meliputi gula darah puasa, tes toleransi glukosa oral, gula darah sewaktu, atau HbA1c sesuai kebutuhan.

Hal penting lainnya adalah tidak mengubah atau menghentikan obat diabetes sendiri hanya berdasarkan satu hasil pengukuran. Pengelolaan gula darah perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Kadar gula darah yang perlu diwaspadai bukan hanya angka yang sangat tinggi, tetapi juga angka yang mulai melewati batas normal secara berulang.

Mengenali kondisi sejak tahap prediabetes memberi kesempatan untuk melakukan perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan sebelum gangguan berkembang lebih jauh.

Angka kunci yang paling mudah diingat: gula darah puasa 100–125 mg/dL = perlu waspada/prediabetes, ≥126 mg/dL = kriteria diabetes; gula darah 2 jam setelah TTGO 140–199 mg/dL = prediabetes, ≥200 mg/dL = kriteria diabetes.

Baca informasi kesehatan dan berita lainnya di JurnalLugas.Com.

(Lili)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait