Jokowi Bicara PSI Jadi Partai Besar, Ray Rangkuti Baca Sinyal Target 8 Persen

JurnalLugas.Com — Pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo (Jokowi) bahwa partainya mulai membuat banyak pihak ketakutan dibaca sebagai sinyal politik menghadapi persaingan menuju Pemilu mendatang.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai pernyataan tersebut tidak sekadar ditujukan kepada kader PSI. Menurut dia, partai-partai dengan perolehan suara di sekitar ambang batas parlemen perlu mencermati perkembangan PSI, terutama jika parliamentary threshold benar-benar dinaikkan.

Bacaan Lainnya

Ray melihat ada satu bagian penting dari pernyataan Jokowi terkait angka ambang batas parlemen. Jokowi disebut tidak mempermasalahkan jika parliamentary threshold berada di angka 5, 6, 7 hingga 8 persen.

Bagi Ray, sikap tersebut dapat dibaca sebagai indikasi bahwa PSI tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan persaingan dengan ambang batas yang lebih tinggi.

Baca Juga  Mantap Jokowi Naikan Tunjangan Insentif Anggota KPU 50 persen

“Kalau threshold naik sampai 8 persen, saya kira itu menjadi angka yang menarik untuk PSI,” ujar Ray, dikutip Selasa (29/9/2026).

Ia menilai angka 8 persen berpotensi menjadi salah satu sasaran politik yang ingin dicapai PSI. Kondisi itu sekaligus membuat partai-partai yang selama ini berada di bawah angka tersebut menghadapi kompetisi lebih ketat.

Ray menyebut Demokrat, PAN dan PKS sebagai partai yang dapat terdampak apabila parliamentary threshold ditetapkan pada angka 8 persen.

“Kalau targetnya 8 persen, partai seperti Demokrat, PAN dan PKS bisa tersapu atau suaranya diambil,” kata Ray.

Jokowi Minta Kader PSI Tidak Gentar

Sementara itu, Jokowi sebelumnya melontarkan pernyataan tegas ketika menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung. Ia meminta kader PSI tidak merasa gentar menghadapi dinamika politik.

Menurut Jokowi, meski PSI masih tergolong partai baru, perkembangan partai tersebut mulai diperhitungkan oleh banyak pihak.

“Walaupun partai baru, sekarang sudah banyak yang ketakutan,” ujar Jokowi.

Ia juga meminta kader membangun keyakinan bahwa PSI dapat berkembang menjadi salah satu partai besar di Indonesia.

“Ini partai baru, tetapi harus hati-hati karena akan menjadi partai besar,” kata Jokowi.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan karena muncul bersamaan dengan pembahasan mengenai kemungkinan kenaikan parliamentary threshold.

Jika ambang batas parlemen semakin tinggi, partai-partai dengan perolehan suara di bawah angka tersebut akan menghadapi tantangan lebih besar untuk mempertahankan kursinya di parlemen.

Dengan kondisi itu, pernyataan Jokowi soal PSI yang mulai membuat pihak lain takut dan sikapnya terhadap angka threshold hingga 8 persen menjadi bagian dari dinamika persaingan politik menuju pemilu berikutnya.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(Soefriyanto news)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait