JurnalLugas.Com — Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Pasar masih dibayangi kekhawatiran gangguan pasokan, terutama terkait ketegangan di sekitar Selat Hormuz yang menjadi perhatian pelaku pasar energi.
Kontrak berjangka Brent ditutup naik 0,9 persen menjadi USD105,28 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,2 persen menjadi USD92,60 per barel.
Pergerakan harga berlangsung cukup tajam sejak awal perdagangan. Minyak sempat melonjak lebih dari USD4 per barel setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal Iran yang berkaitan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, penguatan tersebut kemudian mereda. Pasar mulai memperhitungkan peluang diplomasi setelah Qatar disebut berupaya mempertemukan pihak Amerika Serikat dan Iran.
Mediator Qatar diperkirakan melakukan pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dan pihak Amerika Serikat di New York pada Senin atau Selasa.
Pembahasan itu disebut akan menyoroti versi terbaru proposal Iran yang sebelumnya diajukan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Proposal tersebut disampaikan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Iran sendiri kembali menegaskan jalur diplomasi sebagai jalan penyelesaian konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Sikap tersebut disampaikan setelah Trump menolak proposal Iran mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian permusuhan.
Di sisi lain, Trump masih membuka ruang untuk perundingan. Dalam wawancara dengan Axios melalui telepon pada Minggu, Trump mengatakan negosiator Amerika Serikat diperkirakan kembali melakukan pembicaraan pada pekan ini.
Perkembangan tersebut membuat pasar minyak bergerak di antara dua sentimen. Kekhawatiran gangguan pasokan masih menjadi penopang harga, sementara peluang perundingan AS-Iran menjadi faktor yang menahan lonjakan lebih jauh.
Dengan demikian, arah harga minyak berikutnya masih sangat bergantung pada perkembangan diplomasi dan kepastian mengenai kondisi Selat Hormuz.
Baca berita ekonomi dan perkembangan terkini lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
https://JurnalLugas.Com
(Endarto)






